Jepang Negeri Yang Mustahil

Saya tertarik dengan sebuah postingan yang diunggah oleh rekan sesama orang Indonesia di Jepang bernama “Ari Tamat”. Berikut screen capture dari postingan tersebut.

IMG_9445

Kutipan tersebut sungguh menarik. Mengapa? Untuk saya pribadi kutipan tersebut kalau dipikir-pikir benar adanya. Ya memang benar… JEPANG memang NEGERI YANG MUSTAHIL…

Masalah politik, kapitalis maupun liberal, saya bukan ahlinya. Bisa dibilang saya “buta” untuk urusan yang satu ini. Jangankan politik di negara Jepang, politik di negeri sendiri yang kental dengan KKN saja saya kurang begitu paham. Tapi yang jelas, apapun kegiatan politik di Jepang, kenyataannya masyarakat di Jepang bisa hidup damai dan makmur.

Masalah agama, well… Sebenarnya untuk masalah agama kebanyakan orang Jepang merupakan penganut agama Shinto ataupun Budha. Akan tetapi jika berbicara tentang Tuhan, sangat sedikit orang Jepang yang mempercayai pencipta-Nya. Oleh karena itu terkadang banyak yang bilang bahwa orang Jepang tidak beragama. Namun meskipun tidak beragama masyarakat Jepang tetaplah santun dan juga taat aturan. Mereka tidak saling hujat dan tidak saling mendiskriminasi meskipun teman atau sahabat mereka tidak beragama.

Masalah tata cara berpakaian di Jepang sangatlah bebas. Wanita mengenakan rok mini dan seksi bukanlah suatu hal yang aneh di Jepang. Apapun cara berpakaianmu hampir tidak ada yang melarang. Tidak banyak orang yang peduli dengan caramu berpakaian. Bahkan di musim yang dingin sekalipun, tidak sedikit wanita yang mengenakan rok mini demi penampilan yang seksi. Mungkin benar apa kata pepatah “Beauty is pain” yang mana demi penampilan yang cantik masalah kedinginan pun tidak jadi soal bagi sebagian wanita Jepang.

Bukan hanya cara berpakaian seksi saja yang bebas, masalah pornografi pun juga bebas disini. Tidak sulit menemukan tempat berbau pornografi di Jepang. Mulai dari penjual majalah porno, penjual DVD porno, girls bar, bahkan tempat prostitusi sekalipun. Semua ada dimana-mana, tidak dibatasi, tidak digugat, dan tidak diamuk oleh massa. Namun semuanya itu tidak menjadikan akhlak masyarakat Jepang menjadi bejat. Masyarakatnya tetap santun, saling menghargai, dan pelecehan terhadap wanita atas penampilannya yang seksi bisa dibilang cukup jarang ditemui.

Masalah LGBT di Jepang memang tidak se-vulgar di Amerika, namun jumlahnya tidaklah sedikit. Namun seorang LGBT di Jepang tidak kemudian dikucilkan dari pergaulan. Mereka tetap hidup biasa seperti orang normal pada umumnya. Bahkan dewasa ini pernikahan sesama jenis sudah dilegalkan di Jepang. Memang belum sah di seluruh wilayah Jepang, tetapi di Continue reading

Tidak Ada Yang Instan!!!

Belajar dari sekian banyak pengalaman, hingga saat ini saya rasakan segala sesuatu memang tidak  ada yang instan. Kalaupun ada yang instan mungkin itu cuma makanan saja, seperti mie instan. Sedangkan untuk mendapatkan sebuah kesuksesan, saya rasa tidak ada yang instan. Orang-orang yang sudah sukses, pasti sudah yang namanya merasakan jatuh bangun berkali-kali. Yah kalaupun ada orang yang bisa langsung sukses, mungkin itu memang sudah rejeki orang tersebut karena memang memiliki faktor luck atau faktor keberuntungan yang hanya dimiliki oleh satu dari sekian banyak jutaan manusia.

Berkaca pada itu semua, saya salut dan juga banyak belajar dari mereka yang dalam tanda kutip sudah “sukses”. Tentunya penilaian kesuksesan tiap orang berbeda-beda, dan menurut saya juga tidak bisa disama-ratakan. Terlebih untuk hal-hal tertentu dan ada bidangnya masing-masing. Ada yang sukses di bidang pendidikan, ada yang sukses di bidang entertain, ada yang sukses di dunia digital, dan masih banyak lagi.

Kali ini saya belajar dari mereka yang sudah sukses di bidang entertain. Secara beruntung saya memiliki kesempatan untuk menemani beberapa selebritis tanah air yang sedang melakukan shooting film di Tokyo. Mereka diantaranya adalah Ferry Salim, Brandon Salim (anak Ferry Salim), dan Gigi ex. personil Cherrybelle.

Ferry Salim dan Ivan Prakasa

Saya salut dengan beberapa diantara mereka yang datang jauh-jauh ke Tokyo, bukan hanya sekedar melakukan shooting serta hura-hura belaka, melainkan mereka juga Continue reading

Pindah Apartemen di Jepang Part 2

Setengah tahun lebih gak update… Ya ampun zonk banget yah… Padahal berkaitan dengan postingan sebelumnya yang ceritanya bersambung penting banget update dalam jangka waktu yang tidak lama. Tapi apa boleh buat kerjaan ribet banget sampe bahkan harus ngerjain di hari sabtu minggu jadinya yahh… Gini deh hahaha… Maaf yah semuanya.

Oke… Langsung aja yah melanjutkan cerita pindahan apartemen di Jepang sebelumnya ya.

Point 4 Lapor diri ke city hall

Lapor diri ini penting, terutama bagi kita orang asing. Wajib banget. Kalau ditanya city hall itu apa, city hall itu ibarat kantor kelurahan/kecamatan kalau di Indonesia. Jadi kita harus lapor diri kalau mau pindah. Tentunya ini penting berkaitan dengan sensus penduduk, dan berbagai hal lainnya. Prosedurnya gimana sih?

Mengenai pelaporan diri ini bisa dilakukan belakangan setelah kita mengetahui kemana kita akan pindah. Kalau belum dapat alamat pasti, janganlah dulu melapor, karena di city hall kita akan ditanya pindah kemana dan kapan tanggal kita akan pindah/keluar meninggalkan tempat yang lama. Di city hall nantinya kita akan diberikan surat pengantar ke city hall lain alias surat rujukan darimana kita berasal yang nantinya akan digunakan sebagai registrasi di tempat tinggal kita yang baru. Surat rujukan ini jangan sampai hilang yah. Sebab kalau hilang kita harus memproses ulang dan proses pembuatan ulangnya kalau hilang tentunya bakal lebih ribet dari proses yang biasanya.

Seperti yang sudah diutarakan di postingan sebelumnya bahwa Continue reading