Mengenal Lebih Dekat Kuliner Negara Lain (1)

Berkunjung ke negara lain kalau kata orang-orang tidak pas kalau tidak mengunjungi icon atau tempat wisata yang menjadi ciri khas negeri tersebut. Tapi tidak untuk saya pribadi, buat saya mengunjungi negeri orang berarti waktunya untuk menambah cita rasa akan makanan dan menambah ilmu terkait dengan makanan lokal negara tersebut. Karena saya yakin bahwa di tiap negara memiliki bahan dan rempah yang belum tentu bisa ditemui di negara lain. Oleh karena itu setiap berkunjung ke negeri orang saya selalu menyempatkan diri untuk mengikuti cooking class di negeri tersebut. Bukan untuk apa-apa, melainkan untuk memperkaya lidah dengan berbagai rasa. Apalagi buat saya yang hobi memasak, hal ini sangatlah penting. Saya bukanlah tipikal orang yang suka masak mengikuti resep, melainkan lebih suka memasak dengan memadu padankan berbagai bahan menjadi sesuatu yang baru dan berbeda. Oleh karena itu, mencari tahu rasa makanan dan cara membuatnya adalah priceless experience yang membuat saya menjadi familiar dengan berbagai rasa dan menginspirasi saya untuk memadu padankan mereka demi menciptakan rasa baru yang unik namun juga nikmat di lidah.

Tentu saja keinginan untuk menambah skill and experience juga menjadi salah satu motivasinya, karena semua kegemaran memasak ini belajar sendiri dari hasil observasi dan juga trial and error tanpa pernah ada siapapun yang mengajari. Jadi tentunya belajar dari para professional adalah suatu hal yang luar biasa menyenangkan menurut saya pribadi.

Meskipun awalnya sama sekali gak kepikiran untuk menjadikan memasak adalah agenda wajib tiap travelling, tapi semenjak ada acara yang maaf kalau boleh saya sebut yaitu “Master Chef Indonesia” saya menjadi sangat antusias. Maklum lah dulu sempet udah beli dan isi formulirnya, tapi karena audisinya berbarengan dengan interview kerja jadinya skip deh. Hahaha… Dan ternyata belajar dari para professional it was amazing experience. Berharap nantinya ada acara “Master Chef World” terus bisa ikutan dan kemudian menang… Amin amin… Huahaha… Ngimpi banget deh ah… Yah namanya mimpi kan… Setiap orang berhak memilikinya… Hehehe…

Well… Oke kayaknya kebanyakan basa-basi kayanya, hehehe… Jadi di postingan kali ini saya akan sedikit berbagi pengalaman bagaimana belajar memasak di negeri orang. Semoga bisa bermanfaat buat mereka yang mungkin memiliki hobi memasak dan ingin merasakan pengalaman baru dalam dunia memasak.

  1. Korea

Siapa sih yang gak tau negara yang satu ini?! Budaya K-Pop dan drama-drama Korea pasti gak sedikit yang suka dengan negeri yang satu ini. Soal kuliner Korea juga gak kalah sama Jepang. Korea punya banyak makanan khas tradisional yang mendunia, seperti bulgogi, bibimbap, kimchi, dan masih banyak yang lainnya. Belajar masak di Food and Culture Academy adalah pertama kalinya saya belajar masak saat travelling. Belajar masak di Food and Culture Academy ini sangat menyenangkan karena selain gurunya juga cantik, Continue reading

Advertisements

Koinobori – Hari Anak di Jepang

Happy New Year…

Hahaha… Basi banget ya… Udah bulan Mei woy… Parah banget ga pernah update blog lagi… Iya memang… Fokusnya udah bukan ngeblog lagi… Fokusnya udah bukan jadi anak hipster lagi yang gaul dan ngehits di media sosial. Bahkan impian punya buku sendiri pun udah sedikit dikesampingkan karena banyak fokus lain yang dituju.

Lah malah jadi curhat sih hahaha… Oke skipskip

Jadi mau cerita bahwa hari ini, tepatnya tanggal 5 Mei merupakan hari yang diperingati sebagai hari anak nasional di Jepang. Hmm… Namanya sih hari anak nasional, tapi lebih condong ke anak laki-laki. Mungkin karena anak perempuan sudah ada sendiri festival nya kali ya yaitu ひな祭り(baca: hina matsuri) jadi biar adil kayaknya… Tapi ya enggak juga sih sebenernya… Hahaha…

Well… Untuk memperingati hari anak nasional ini biasanya banyak dipajang 鯉のぼり (baca: koi nobori) dimana-mana. Apa sih sebenarnya 鯉のぼり(koinobori) itu?

鯉のぼり(koinobori) adalah ikan pita yang berbentuk ikan koi yang terdiri dari berbagai ukuran yang biasanya memiliki lubang di tengahnya agar ikan pita tersebut bisa mengembang dan berkibar lewat hembusan angin. Terkait dengan ikan pita itu sendiri konon sejarahnya bahwa jaman dahulu kala ketika menjelang bulan purnama banyak sekali anak-anak yang sakit. Oleh karena itu untuk mengusir hal-hal buruk dan juga merupakan simbol kemenangan anak-anak melawan sakit penyakit maka digunakanlah ‘koinobori’ ini sebagai bendera kemenangannya.

Maka dari itu setiap tahunnya saat hari anak nasional di Jepang pasti akan ada banyak sekali ikan pita dimana-mana, khususnya untuk keluarga yang memiliki anak laki-laki biasanya akan mengibarkan bendera ikan pita ini agar anak mereka kelak menjadi anak yang sehat dan kuat.

Nah terkait dengan ikan pita ini, ada satu hal yang menarik buat saya pribadi. Yaitu festival ikan pita atau dalam bahasa Jepang disebut 鯉のぼりまつり(baca:koinobori matsuri). Kebetulan waktu itu saya berkunjung ke Tatebayashi di daerah Gunma Prefecture untuk melihat festival ikan pita terbesar di dunia. Festival ini diadakan setiap bulan April sampai dengan awal Mei. Ada lebih dari 5000 ikan pita yang dibentangkan di sepanjang sungai dan pemandangan sakura yang bermekaran menambah nuansa indah festival ikan pita ini.

Nah kebetulan waktu itu ada temen yang bisa ngerekamin video, iseng deh bikin video-video ala-ala MC yang lagi liputan di Jepang. Hahaha… Penasaran seperti apa? Intip aja videonya…

Hahaha…. Kacau banget yah videonya… ?! Yah maklumlah amatiran…

Well… Sampai ketemu di postingan berikutnya ya (yang entah kapan) hehehe….

Tips Hidup Hemat di Jepang

Seperti yang pembaca ketahui, bahwa kehidupan di Jepang semuanya serba mahal. Tau sendiri kan bahwa Tokyo merupakan salah satu kota dengan biaya hidup termahal di dunia. Well… Meskipun semuanya serba mahal, ada beberapa trik kok buat mengakali itu semua. Sedikit banyak cukup bermanfaat loh untuk menekan biaya hidup yang tinggi tersebut. Penasaran gimana caranya? Untuk menutup akhir tahun 2016 ini, saya akan coba bagikan beberapa tips supaya bisa hidup hemat di Jepang. Disimak baik-baik ya…

1. Beli makanan diskonan.

Di Jepang, hampir semua makanan memiliki kebersihan dan kesegaran yang sudah tidak diragukan lagi. Oleh karena itu, apabila makanan sudah dianggap tidak fresh atau mendekati waktu kadaluarsa, mereka biasanya memberikan diskon. Salah satu makanan yang hampir setiap harinya di diskon adalah bento dan makanan olahan yang sudah siap santap. Makanan tersebut biasanya dianggap tidak segar lagi apabila dijual keesokan harinya.

Oleh karena itu, belilah makanan bento dan onigiri ketika supermarket menjelang tutup. Biasanya 1-2 jam sebelum supermarket tutup, makanan akan di diskon mulai dari 10% hingga 50%. Tak jarang juga ada yang bisa di diskon sampai 75%. Meskipun dianggap sudah tidak fresh lagi, makanan tersebut sebenarnya menurut saya masih bisa dimakan sampai 2-3 hari ke depan apabila dimasukkan ke dalam kulkas. Tak jarang kadang saya bahkan baru memakan seminggu kemudian. Tentu saja sejauh ini tidak ada keluhan perut sakit ataupun semacamnya karena memang masih layak untuk di konsumsi.

makanan-diskonan-di-jepang

Hasil berburu makanan diskonan nih…

2. Kumpulkan point atau kupon sebanyak-banyaknya.

Di Jepang banyak sekali toko yang memberlakukan sistem point. Mulai dari toko pakaian, cafe, hingga supermarket tempat belanja kebutuhan sehari-hari. Memang akan mengesalkan sekali karena dompet akan menjadi penuh dengan berbagai kartu member dari berbagai tempat. Namun point atau kupon yang sudah terkumpul nantinya akan sangat bermanfaat. Entah itu bisa digunakan untuk mendapatkan diskon saat berbelanja ataupun point tersebut bisa ditukarkan dengan barang  atau fasilitas lain nantinya.

japan-member-card

Sebagian dari point card yang saya punya…

Bukan cuma member card saja, Continue reading