Sedikit Banyak Cerita

Sedikit banyak cerita mengenai kehidupan di Jepang beberapa minggu terakhir ini. Well… jujur saja tidak ada kegiatan ataupun hal spesial yang terjadi belakangan ini. Sehingga mohon maaf buat pembaca setia sekalian apabila saya vakum mengisi blog selama ini. Sedikit curhat juga mengenai blog saya ini, blog saya ini sebenarnya ingin saya gunakan untuk membahas perkembangan teknologi dan hal-hal menarik lainnya. Namun agaknya contentnya sedikit berubah menjadi seolah menjadi buku harian pribadi saya selama di Jepang.

Ya sudahlah… setidaknya saya sudah sangat bahagia banyak pengunjung yang antusias membaca keseharian saya selama di Jepang.  Semoga nantinya jika saya sudah tidak berada di Jepang saya masih bisa terus update hal-hal menarik yang bisa membuat para pembaca sekalian tetap setia mengunjungi blog saya. Mengingat keberadaan saya di Jepang mungkin tinggal beberapa minggu lagi, sehingga agaknya saya akan sangat bersedih bila para pembaca sekalian nantinya meninggalkan blog saya ketika saya sudah kembali ke Indonesia.

Mungkin blog saya nantinya akan saya gunakan untuk menulis sebuah cerita. Dan saya harap cerita itu nantinya bisa diterbitkan menjadi sebuah novel. Merupakan impian saya sejak saya masih SMP untuk menjadi seorang novelis. Sejak dulu sudah banyak ide cerita yang ingin saya tuangkan menjadi sebuah cerita. Namun agaknya rasa malas, game dan hal-hal lain membuat ide itu hanya sekedar menjadi ide belaka. Namun sekarang ketika saya berada di Jepang dan terus menulis, saya menjadi memahami bahwa untuk menjadi seorang penulis tidaklah mudah. Mohon doa dari pembaca semua semoga suatu saat saya bisa jadi penulis 😀

Oke kembali ke topik awal sedikit banyak cerita di Jepang. Salah satu hal yang saya lakukan adalah gunting rambut. Hehehe… Biaya gunting rambutnya sebesar 1000 Yen setara dengan 100 ribu rupiah (Mungkin para hairstylish di Indonesia akan menjadi kaya bila membuka salon di Jepang :D). Menurut orang Jepang itu adalah yang paling murah, namun tentunya untuk orang Indonesia itu sangat mahal. Karena dengan 1000 Yen di Indonesia kita mungkin bisa 10 kali gunting rambut. 😀

Teknologi bermain disini. Sebelum gunting rambut kita harus memasukkan uang kedalam mesin dimana uang yang kita masukkan sebesar biaya gunting rambutnya, yaitu 1000 Yen. Lalu kita mendapatkan nomor antrian dimana nomor antrian tersebut nantinya akan muncul di sebuah monitor LCD bila gilirannya sudah tiba. Di tempat gunting rambut saya ini agaknya juga menerapkan sistem point. Mungkin bila point card nya nanti sudah terkumpul sekian banyak mungkin akan dapat gratis treatment. Di Jepang agaknya banyak yang menerapkan sistem point seperti itu, mengingat jika saya perhatikan orang tua homestay family saya mempunyai banyak sekali point card.

Setelah potong rambut selesai, mungkin ini juga yang orang Indonesia harus lakukan. Yaitu rambut kita dibersihkan dengan mesin penyedot debu. Hal ini tentunya sangat membantu sekali, mengingat setiap saya gunting rambut pasti terasa gatal karena sisa potongan rambut yang menempel. Namun dengan pelayanan seperti itu saya merasa sangat nyaman setelah selesai gunting rambut.

Ketika weekend, entah karena melihat saya gunting rambut entah memang waktunya gunting rambut ibunda homestay family-nya jadi ikut-ikutan gunting rambut. Hihihihi……….

Hal lain yang saya lakukan adalah pergi ke recyle shop. Disini kita bisa menjual barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai. Selain itu disini kita juga bisa membeli barang-barang second yang kalau menurut saya masih cukup bagus untuk digunakan.

Ada kejadian lucu ketika hendak pergi ke recyle shop ini. Karena kondisi mall cukup padat, sulit sekali menemukan tempat parkir. Waktu itu keluarga homestay saya melihat ada orang yang jika dilihat gelagatnya akan keluar dari mall. Orang tua homestay saya pun menunggu sesaat, namun mungkin karena agak terlalu lama orang tua saya membuka jendela dan bertanya “Apakah Anda akan keluar?” yang tentunya dengan bahasa Jepang. Namun tidak ada respon dari si pengemudi yang ada di dalam mobil itu. Saya melihat pengemudi itupun seperti patung dan hanya diam. Lalu hal lucu terjadi dimana orang tua homestay saya mengangkat jari tengahnya yang kalau orang asing bilang itu berarti F*CK. Lalu ketika saya melihat respon dari pengemudi yang diperlakukan seperti itupun hanya diam tanpa ekspresi. Lalu ibunda homestay family saya berteriak “Booooooooo………” Sungguh sangat lucu ekspresi mereka ketika melakukan hal itu. Terlebih ketika sang ibunda homestay berkata seperti itu. Hahahaha… sungguh lucu ketika mengingat kejadian tersebut.

Sekian sharing cerita saya. Mungkin agak kurang menarik, semoga lain cerita bisa lebih menarik. 😀 Ditunggu ya………..

Advertisements

4 thoughts on “Sedikit Banyak Cerita

  1. Biar lebih menarik, perbanyak:

    1. Gambar/foto-foto yang mendukung deskripsi tulisan
    2. Paragraf, jangan satu paragraf terlalu panjang.. cukup 5-6 baris maksimal
    3. Review tulisan, buang kalimat-kalimat yang gak perlu

    Salam dari UMN, keep on update ya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s