Konser Di Jepang

Tepatnya pada  22 April 2012 untuk pertama kalinya saya melihat konser musik di Jepang. Jujur saja awalnya saya malas untuk pergi, selain karena tempatnya jauh dan diadakan malam hari, tugas-tugas juga masih banyak yang belum terselesaikan. Ditambah lagi kondisi cuaca yang hujan saat itu semakin membuat saya enggan untuk berangkat. Tetapi apa boleh buat saya pun akhirnya pergi ke konser musik tersebut dikarenakan yang akan tampil di konser tersebut adalah dosen/Profesor pembimbing saya sendiri. Selain untuk menghargai dosen saya, tiket masuk konser juga sudah diberikan secara cuma-cuma. Jadi mau tidak mau saya harus berangkat.

Bersama dengan beberapa international student lain dan staff international kampus, kami janjian untuk berkumpul di stasiun Ueno di Tokyo. Kemudian dari Ueno barulah kami berangkat bersama menuju tempat lokasi konser tersebut yang jika tidak salah berada di Higashi Kanagawa. Namun sebelum berangkat menuju lokasi, di stasiun Ueno kami membeli karangan bunga untuk diberikan kepada dosen kami nantinya… ^.^

Perjalanan menuju lokasi konser memakan waktu kira-kira setengah jam dari stasiun Ueno. Sesampainya di tempat konser sudah banyak orang yang ada disana. Kami pun satu persatu masuk ke dalam ruang konser secara teratur.

Awalnya dalam benak saya, saya berharap dan membayangkan konser mewah serta megah dengan berbagai alat musik mulai dari piano, biola, violin dan berbagai alat musik lainnya seperti konser Indonesian Idol misalnya. Namun ternyata… ruangan konser tidak terlalu besar dan hanya terdapat piano di tengah panggung.

Wah membayangkan 2 jam kedepan setelah melihat kondisi ruangan membuat saya berkata dalam hati “Wah pasti konsernya membosankan”. Terlebih lagi dengan bahasa Jepang yang saya belum fasih sama sekali untuk memahami lagu juga sangatlah tidak mungkin. Bahkan sempat berharap bisa tidur di tengah konser. Hehehe….

Tak lama kemudian konser pun dimulai. Semua lampu diredupkan dan melalui pengeras suara para penonton dilarang mengambil foto ataupun video selama konser berlangsung. Agak kecewa dengan aturan ini, tetapi apa boleh buat.

Ternyata apa yang ada di pikiran saya sebelumnya salah. Yang namanya musik kita tidak perlu mengerti bahasanya, tetapi hanya dengan mendengar harmonisasi dan nada-nada nya kita bisa merasakan kualitas dari musik itu sendiri. Mungkin karena itulah ya, musik bisa menjadi sesuatu yang global dalam komunikasi dan tidak hanya terpaku oleh bahasa. Karena itulah selama 2 jam menyaksikan konser saya tidak merasa jenuh sama sekali. Saya merasa terhibur dan paduan harmonisasi suara dan musik sangatlah indah.

Di dalam konser ada bagian dimana nyanyian diiringi dengan piano, dan ada bagian dimana penyanyi melakukan acapella (hanya bernyanyi tanpa diiringi alat musik). Ketika mendengar nyanyian secara acapella saya bisa acungkan 2 jempol untuk para penyanyi termasuk dosen saya sendiri. Suara mereka bulat dan cukup jernih. Karena dulu semasa sekolah saya menjadi anggota paduan suara, maka yang saya tahu kualitas dari sebuah paduan suara atau koor dinilai dari bagaimana tiap anggotanya bisa membuat suara yang bulat untuk menyatukan suara tanpa menghilangkan ciri khas suara masing-masing. Dan saya pun memperhatikan dosen saya yang bisa dengan baik membuat suara yang bulat dan bahkan suaranya hampir berbeda dari keseharian beliau mengajar.

Ketika konser jujur saya tidak mengerti lirik lagu yang dibawakan. Namun ada lagu yang menarik perhatian saya di akhir konser yang mana berjudul “一月のうた – ichi gatsu no uta” sampai十一月のうた- juu ichi gatsu no uta”, yang artinya lagu di bulan pertama sampai lagu di bulan sebelas. Saya tidak tahu persis detailnya tetapi lagu ini menceritakan perjalanan kisah cinta seseorang dari bulan Januari hingga bulan November. Dan lagu itupun menjadi penutup konser yang menarik.

Oiya walaupun tidak boleh mengambil foto atau video, namun saya masih bisa nakal dan sempat mengambil video berdurasi 1 menit di awal-awal pertunjukkan. Silahkan dilihat dan bagaimana menurut pendapat para pembaca sekalian? 🙂

 

Advertisements

24 thoughts on “Konser Di Jepang

  1. wih keren tempat konsernya. mirip sama adegan di film The Ring (Ringu) waktu sadako jadi pemain teater. <- kemiripan yang horor 😛 tapi keren

  2. wah…. Panggungnya bagus dan elegan…
    Belum bisa buffer nih, ol dari hp, hehe

    Ditunggu liputan konser AKB48 juga ya Mas, hehehe 😀

    • hahaha sebenernya hubungan dosen dan mahasiswa ya begitu lah sama pada umumnya… cuma karena beliau yg membimbing jadinya mgkn lbh deket. cuma kalau di kelas ya tetep mahasiswa dosen hahaha 😛

  3. tapi masih kalah besar panggung spekta 🙂 ,

    tapi inget film doraemon, saat sizuka konser piano tunggal 😀

    saya tau pak, yang nyanyi terakhir pasti Raja band kan? (nah loh??)
    itu lagunya ,,…. januari aku berkenalan denganmu, februari aku,,,,,,,,, akhir desember kita berpisah ..???) :mrgreen:

    • hahaha iya lah orang konser kecil kecilan hehehe….
      huahaha iya ya… aku malah baru nyadar….
      skrg pertanyaannya malah dibalik… lagu januari aku berkenalan denganmu dstnya itu dikutip dari lagu jepang ini atau lagu jepang ini yg ngutip lagu indonesia itu? hahaha 😛

  4. Irvan bellar yah? Ini g lukas iseng2 g liat ada blog lw. Disana kuliah jurusan apa van?. Anyway .sukses yah brow. ^-^

    • IVAN… bukan Irvan hahaha… Eh si Lukas bisa aja nyampe ke blog gue… hehehe… 😀
      jurusan software engineering kas… hehehe thanks you sukses juga buat U bro

  5. Pingback: Tidur Saat Nonton Konser | ivanprakasa.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s