Taman Bunga Hanabatake dan Museum Nagisa (Last Chiba Ambassador Tour Part 1)

26 Januari 2013 menjadi Chiba Ambassador tur yang terakhir. Ya… yang terakhir. Tak terasa sudah hampir setahun menjadi Chiba Ambassador dan minggu depan tepatnya tanggal 18 Februari nanti harus menjalankan tugas terakhir mewakili Indonesia memberikan presentasi dan memberikan pendapat dalam “Exchange Meeting Opinion”. Jadi sedih mengingat sebentar lagi harus melepas jabatan. Bisa terpilih lagi gak yah tahun ini?! Yah semoga saja kinerja saya dinilai baik dan bisa terpilih lagi. Amin…. Yang jelas terpilih lagi ataupun tidak, harus ada perwakilan dari Indonesia yang menjadi Chiba Ambassador. Siapapun orangnya semoga dia bisa menjalankan tugasnya lebih baik dari yang sudah saya lakukan selama ini. 🙂

Tur ke-empat yang sekaligus menjadi tur terakhir dari Chiba Ambassador ini diikuti hanya oleh 11 orang saja. Memang sayang sekali jumlahnya tidak banyak. Entah kenapa tidak satupun dari 4 tur resmi yang diadakan, bisa diikuti oleh seluruh Chiba Ambassador. Bahkan saat awal pelantikan pun tak semuanya bisa hadir. Berharap sekali bisa berkumpul semua Chiba Ambassador, namun apa daya sampai tur terakhir pun kesempatan itu tidak bisa didapatkan.

Mengawali cerita tur Chiba Ambassador kali ini, awalnya saya sama sekali tidak ada gambaran tempat apakah yang bakal dikunjungi. Mengingat informasi website yang diberikan semuanya berbahasa Jepang, jadilah saya malas membaca lebih lanjut. 😛 Satu hal yang saya dapatkan adalah bahwa tur ke 4 Chiba Ambassador kali ini akan mengunjungi taman bunga.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Salah satu keunggulan dari Prefecture Chiba adalah tiap musim selalu ada bunga berbeda yang mekar di setiap musimnya. Ya setiap musim, mulai dari musim semi hingga musim dingin sekalipun, Prefecture Chiba memiliki bunga spesial yang belum tentu bisa ditemui ditempat lain. Jadilah bahwa tur kali ini kami semua mengunjungi bagian paling selatan Chiba atau yang biasa disebut “Minami Boso Area”.

Shiramazu Hanabatake

Taman Bunga di Shiramazu Hanabatake

Shiramazu Hanabatake Flower Garden

Tempat pertama yang dikunjungi kali ini adalah 白間津 花畑 (Shiramazu Hanabatake). Buat saya pribadi tempat ini sungguh menarik. Ibarat melihat taman tulip di Belanda, disini kita bisa melihat taman bunga dengan jenis bunga yang khas dari Prefecture Chiba. Selain memiliki pemandangan taman bunga yang indah, lokasinya juga dekat dengan pinggir laut. Jadilah ibarat sebuah pemandangan laut yang dikelilingi oleh taman bunga. Sungguh luar biasa. Ditambah lagi pengunjung bisa memetik sendiri bunga yang ada ditaman tersebut dengan membayar jika tidak salah sekitar 300 Yen dan kita bebas memilih bunga yang kita suka.

Memetik bunga di Shiramazu Hanabatake

Hasil Memetik Bunga di Shiramazu Hanabatake

Chiba Ambassador at Shiramazu Hanabatake

Memetik Bunga di Shiramazu

Karena kebetulan ada staff pimpinan Prefecture Chiba yang ikut saat itu, dengan baik hati beberapa diantara Chiba Ambassador dibiayai oleh beliau sehingga bisa mendapat kesempatan memetik bunga disana. Kebetulan saya dapet kesempatan memetik bunga disana… Lumayan dapet oleh-oleh bunga langsung dari kebun yang kemudian dibungkus dengan rapi oleh pemilik kebun dengan ditambahkan bunga khas Prefecture Chiba yaitu nanohana-bunga nano. \(^.^)/

Nano Hana

Nano Hana dan bunga petikan di Shiramazu

Setelah berpuas diri foto-foto dan memetik bunga, pengunjung juga bisa berbelanja sayur mayur dan buah-buahan di dekat taman bunga. Yang pasti semuanya itu masih sangat segar karena hasil kebun milik warga sendiri.

Toko

Shop at Shiramazu Hanabatake

Tempat Berbelanja Buah Dan Sayur di Shiramazu

Menjelang siang kami pergi makan siang ke いこいの村 たてやま(Ikoi no mura tateyama) yang mana tempat makan siang kali ini kalo diliat mirip hotel. Ada resepsionisnya, ada tempat jual oleh-olehnya, bahkan di lobby ada kursi tunggu yang dilengkapi dengan alat pijat. Teman akrab saya sesama Chiba Ambassador sempat menikmati alat pijat tersebut, namun ketika saya hendak mencobanya waktu makan telah tiba. Alhasil ga sempet deh pijet-pijet gratis >.<

Makanan kali ini menurut saya sungguh mewah. Tersusun seperti mangkok namun ternyata bisa terpisah menjadi 3 bagian. Bagian paling atas berisi makanan yang harus dibakar dulu sebelumnya seperti sate, bagian kedua berisi sashimi, dan bagian ketiga berisi nasi dengan 3 topping berbeda. Dari seluruh makanan tur Chiba Ambassador yang saya ikuti, bisa dibilang makanan kali ini adalah makanan yang paling enak. Walaupun enak dan terlihat mewah ternyata harganya tidak terlalu mahal loh… Usut punya usut harga 1 porsinya hanya 1500 Yen atau setara dengan 150 ribu rupiah. Mungkin jika dirupiahkan terlihat mahal, namun di Jepang makanan mewah seperti ini dengan harga 1500 Yen itu bisa dibilang cukup murah. Dan gosipnya lagi untuk bisa makan disini itu harus reservasi dulu loh… Kalau gak katanya gak bisa. Wah beruntung yah jadi Chiba Ambassador itu. Hehehe 😛

IMG_8333IMG_8324IMG_8327

3 susun makanan spesial di Ikoi no mura

Setelah perut kenyang paling enak adalah tidur. Hehehe… Tapi sayang kami para Chiba Ambassador masih harus melanjutkan perjalanan ke lokasi tujuan wisata berikutnya. Yang mana lokasi tujuan berikutnya adalah sebuah museum yang bernama 渚の博物館(Nagisa no Hakubutsukan) yang ada di Tateyama City.

Di dalam museum Nagisa ini kita bisa melihat peradaban para nelayan Jepang jaman dulu. Kita bisa melihat mulai dari kapal, perlengkapan untuk menangkap ikan, sampai dengan pakaian khusus nelayan. Dan menurut info dari staff yang berada disana yang memberikan penjelasan untuk kami ternyata pakaian untuk nelayan itu ada derajatnya loh… Mungkin ibarat nelayan pemula sampai nelayan senior mereka punya baju khusus yang menandakan derajat dan status mereka. Dan pakaian tersebut harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah loh. Wah hebat… saya sendiri sampe ga percaya kalo nelayan aja sampe punya derajat begitu.

Nagisa MuseumBaju Nelayan di Nagisa Museum

Peralatan dan Pakaian Khusus Nelayan di Nagisa Museum

Masih berada di museum Nagisa, di bangunan yang berbeda kita bisa melihat akuarium kecil dimana banyak terdapat ikan dan batu-batuan laut. Kita juga bisa melihat dan memegang langsung sebagian hewan laut yang ada disana. Pada waktu itu sebagian Chiba Ambassador memberanikan diri memegang hewan laut yang jika saya tidak salah namanya adalah semacam ‘teripang’. Buset deh geli banget liatnya gunyel gunyel gak karuan. Alhasil waktu itu saya hanya merinding liat temen-temen Chiba Ambassador lain megang tuh teripang. Dan tentu saja saya ga berani megangnya… Bisa ga makan dan ga tidur deh kalo sampe megang tuh hewan…. hiiiiii….

IMG_2762IMG_8353

Memegang teripang dan melihat ikan di Nagisa Museum

Selesai mainan ikan dan hewan laut, kami boleh bebas belanja pergi ke toko oleh-oleh. Mengingat saya lagi ‘kanker’ alias kantong kering alhasil kagak beli oleh apa-apa bahkan untuk diri sendiri. Cuma bisa menelan ludah melihat oleh-oleh yang ada disana. Tapi lumayan lah, hal yang paling saya senang dari melihat toko oleh-oleh adalah adanya sampel makanan. Jadi puaslah saya nyobain semua sample makanan yang ada disana. Huahahaha…. xD *busuk mode on

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke崖観音(Gake kannon) yang merupakan kuil yang ada di puncak bukit. Penasaran seperti apa kuilnya? Bagaimana bisa ada kuil diatas bukit? Para pembaca setia yang tau bahwa saya paling benci dengan yang namanya manjat gunung karena pernah mengalami trauma pasti penasaran deh ‘Bagaimana bisa saya manjat dan mendaki gunung untuk bisa melihat kuil tersebut?’ Nah buat yang penasaran tunggu postingan lanjutannya yah… 🙂

Advertisements

29 thoughts on “Taman Bunga Hanabatake dan Museum Nagisa (Last Chiba Ambassador Tour Part 1)

  1. Bentuk ikanya unik ya van di foto yg bawah itu. gak kebayang cara makannya gimana.. hehehe..

    Jadi besok hari terakhir dong yak? semoga terpilih lagi ya 🙂

    • hahaha 😛
      boleh juga tuh idenya direalisasikan. yuk kita produseri mas bil. hahaha 😛
      tapi judulnya jgn 4 season flower.. ntar jadi mirip2 F4 meteor garden gitu…
      Gimana kalo “flower season”…?!
      #lahsamaajakayaknyavan hahaha 😛

  2. …bunga yang selalu mekar di setiap musimnya

    Itu satu jenis bunga yang terus2an mekar, atau tiap musim ada bunga yg berbeda yg mekar? 😕

    btw kalo itu teripang berarti bisa dimakan dong. :mrgreen:

    • eh ambigu yah?! oke aku ralat deh ntar artikelnya…
      maksudnya tiap musim ada bunga mekar yang berbeda2 mas jensen…

      iya itu teripang kayaknya. kalo kata orang teripang itu enak, aku geli deh. 😛

  3. Pingback: Gake kannon (Last Chiba Ambassador Tour Part 2) | ivanprakasa.com

  4. Pingback: Es Krim Biwa dan Kipas Jepang (Last Chiba Ambassador Tour Part 3) | ivanprakasa.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s