Shinkansen

Kalo membaca judul diatas pasti para pembaca sudah familiar dong dengan apa itu “Shinkansen”? Jadi pada 6 Maret 2013 lalu, untuk kedua kalinya saya berkesempatan untuk naik kereta tercepat di Jepang ini. Yeay… \(^.^)/

ShinkansenShinkansen

Rasanya seakan kembali nostalgia seperti waktu pertama kali naik shinkansen dulu. Sayang… pengalaman naik shinkansen waktu pertama itu tidak sempat saya tuliskan di blog karena kesibukan. Jadi di kesempatan kedua ini tentunya saya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk berbagi dan menuliskannya di blog dong ya. Hehehe… \(^.^)/

Meski udah pernah naik shinkansen, pengalaman kedua ini tetap berasa excited dong. Kalau pertama naik shinkansen itu bermaksud untuk pergi ke Nagoya, kali kedua ini tujuan-nya adalah untuk pergi ke Sendai. Lagi-lagi gratis dong… dong… dong… naik shinkansen-nya… \(^.^)/ Tak akan mungkin seorang Ivan akan mengeluarkan uang jutaan rupiah hanya untuk mencoba dan mendapat experience naik Shinkansen. Hehehe… Rasanya ga worth it aja gitu ya bayar mahal cuma buat naik shinkansen. Mending naik bis atau transport lain yang lebih murah kalo biaya sendiri… hihihi… 😛

Asal pembaca tau bahwa untuk pergi ke Sendai naik shinkansen itu biaya pulang perginya sebesar 20.320 Yen (untuk non reserved seat) atau kalau dirupiahin kurang lebih setara dengan 2 juta rupiah++. Karena perjalanan dari Tokyo menuju Sendai memakan waktu sekitar 2 jam. Berarti bisa diitung kan, secara ga langsung untuk bisa dapet experience naik shinkansen selama 1 jam kita perlu merogoh kocek sebesar 500 rebu. Hihihi… *kesimpulan sotoy*

Tiket ShinkansenTiket Kereta Naik Shinkansen

Nah pada sayang ga tuh ngeluarin duit segitu..?!? Kalau di Indonesia mungkin dengan uang segitu bisa cukup untuk hidup 1 bulan kan…?!

Tujuan utama pergi ke Sendai kali ini adalah untuk mengikuti academic conference yang diadakan di Tohoku University. Saya ga ikutan presentasi sih, cuma dateng dan melihat riset-riset senior aja. Jadi di Sendai itu berasanya jalan-jalan gratis, karena semuanya dibayarin kampus. Mulai dari hotel sampe tiket keretanya. Makan perlu keluarin biaya sendiri sih, tapi ya lumayan lah dapet experience nya. 😀

Ketika hendak naik shinkansen, ada satu hal yang saya noted kali ini. Entah bener atau enggak, tapi ternyata rel kereta shinkansen dan rel kereta biasa itu berbeda loh… Kalau rel biasa itu selalu ada kayu-kayu ataupun batu-batuan dengan jarak teratur yang melintang, namun rel kereta shinkansen itu cuma besi aja. Jadi relnya polos aja gitu, ga ada kayu-kayu atau batu-batuan dengan jarak teratur yang biasanya sering kita lihat. Untuk lebih jelasnya, coba lihat gambar dibawah ini…

Rel ShinkansenPerbandingan Rel Shinkansen dengan Rel Kereta Biasa

So kesimpulan yang didapat adalah… Kalau kereta mau cepet, kayu-kayu atau batu-batuan berjarak teratur itu harus dihilangkan. Mungkin itu salah satu faktor yang bisa membuat shinkansen bisa melaju cepat. Bener atau gaknya sih ga tau juga ya… Karena ini kan kesimpulan langsung yang diambil dari pengamatan di lapangan… Jadi kalo salah CMIIW yah.. hehehe…

Naik shinkansen itu rasanya ga jauh beda dengan naik pesawat terbang. Begitu kereta melaju kencang, kuping akan langsung berasa ‘budeg’ saking cepetnya kereta berjalan. Pemandangan diluar masih bisa keliatan dan dinikmati sih, tapi kalo untuk difoto biasanya hasilnya akan berbayang.  Kemiripan lainnya adalah dudukan kursi. Sama seperti di pesawat, tiap kursi penumpang ada brosur dan pamflet yang menawarkan souvenir dan makanan. Waiter ataupun waitress pun terkadang lalu lalang ditengah kereta untuk menawarkan makanan atau minuman.

Pemandangan dari shinkansenPemandangan yang diambil dari dalam shinkansen (berbayang)

Nah loh… Kok ada yang lalu lalang di kereta bawa makanan dan minuman? Bukannya makan di dalem kereta di Jepang itu dilarang?

Makan di dalam kereta di Jepang itu memang sebaiknya dihindari untuk dilakukan, walau pastinya ada saja satu dua orang yang makan onigiri atau ngemil biskuit di dalam kereta. Tetapi berbeda halnya dengan shinkansen, di dalam shinkansen kita bebas untuk menikmati makanan. Walaupun demikian, kebersihan interior di dalam shinkansen jangan ditanya lagi. Meski diizinkan menikmati makanan, kebersihan interior di dalam shinkansen bahkan bisa lebih bersih loh dari kereta umum yang ada di Jepang.

Well… well… Itulah sedikit cerita tentang shinkansen. So far pengalaman naik shinkansen itu emang excited sih… Tapi tetep aja ngeluarin duit jutaan buat naik kereta itu berasanya rugi. Kalo kalian sendiri gimana? Apa kalian rela ngeluarin uang jutaan demi naik shinkansen?

Advertisements

44 thoughts on “Shinkansen

  1. Shinkansen toh cara nulisnya… hehe…

    wah pas banget nih kemaren ada liat tentang perusahaan jasa yang ngebersihin Shinkansen…

    luar biasa mereka kerjanya cuman 15 menit buat ngebersihin Shinkansen…

    waaaa…. mahal yak ternyata tiketnya… , tapi kalo bareng Miichan naek Shinkansen sih rela aja ngeluarin duit segitu… hehehe…

  2. gosipnya sih shinkansen yang paling murah yang kyoto-osaka yak? (tetep mahal sik sebenernya..)
    btw, shinkansen kalo ga salah bisa cepet karena dia maglev (mag..net lev..itasi?) apa gimana gitu hahaha sotoy ini 😀

  3. oowh jadi tiket shinkansen tokyo ke sendai 20.320 ? boleh saya tahu JRPass tu apa pulak ya? JRPass tu perlu ada ke kalau nak naik shinkansen?

    -jawab di shooutbox blog saya-

    • iya… sekitar segitu pada tahun 2013.
      JR Pass itu bs menggunakan seluru kereta di Jepang dengan bebas…
      kalau naik shinkansen ga harus punya itu… tapi kalo mau naik shinkansen sepuasanya ya naik JR Pass adalah solusinya…

  4. hai mas ivan, amazing experience well…
    mas, nie kan saya punya rencana ke sapporo, hokkaido melalui tokyo mengingat harga dari indonesia-sapporo yang sangat mahal amit-amit pokoknya.
    rekomendasi transport menuju sapporo dari tokyo dengan harga terjangkau oleh mahasiswa Indonesia dong mas . . .by bus or the others deh. . .. Arigato 🙂

    • hai Andien…
      rekomendasi adalah naik pesawat… saya pulang pergi naik pesawat ke sapporo sekitar 10 ribuan yen (which is 1 juta rupiahan)
      mungkin ada yg lbh murah tapi harganya ga jauh beda… jadi yg saya rekomendasikan adalah pesawat… selain cepet dan juga murah..

  5. Banyak teori benarnya. Iya. itu rel khusus Shinkanshen yang cuma keliahatan besinya. Tapi sebenarnya di bawahnya fondasi beton. Namanya slab track. Alasan kita belum make adalah, Kita nggak punya KA high speed. Walau kita sebenarnya udah bisa buat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s