Pengolahan Sampah di Jepang

Kehidupan di Jepang seperti yang kita tahu bahwa lingkungannya bersih dan nyaman. Buat yang pernah mengunjungi Jepang pasti akan merasakan sekali perbedaan lingkungan yang bersih ini jika dibandingkan dengan Indonesia. Anyway, meskipun lingkungan di Jepang bersih, sangat jarang loh kita bisa menemukan tong sampah di sepanjang perjalanan. Terkadang ini yang menjadi keluhan para wisatawan yang pergi ke Jepang karena sulit menemukan tempat sampah. Mau tidak mau mereka jadi harus mengantongi sampah tersebut ataupun memasukkannya kedalam tas untuk dibuang kemudian.

Jikalau pun menemukan tempat sampah di Jepang, biasanya akan ada beberapa kotak sampah dengan pembedaan sampah sesuai jenisnya. Hal ini kadang suka bikin para wisatawan asing di Jepang menjadi bingung untuk yang belum terbiasa dengan pembagian sampah.

Di Jepang sendiri secara general sampah dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu

1. Sampah yang bisa dibakar,

2. Sampah yang tidak bisa dibakar, dan

3. Sampah elektronik.

Pembagian diatas adalah pembagian secara umum dan bahkan masih bisa dibagi-bagi lagi sesuai jenisnya. Pada kenyataannya setiap wilayah di Jepang memiliki kebijakan masing-masing dalam pengolahan sampah. Ditempat saya sendiri, sampah dibedakan menjadi 5 bagian. Sampah yang bisa dibakar, sampah yang tidak bisa dibakar, sampah peralatan rumah tangga, sampah koran/buku dan sampah elektronik. Sampah itupun masih harus kita pisah-pisahkan dan kita tidak bisa membuang sampah sembarangan setiap harinya. Ada hari yang sudah ditetapkan kapan kita boleh membuang sampah sesuai jenisnya. Tentunya hal ini memiliki maksud dan tujuan untuk memudahkan pemerintah kota dalam mengolah sampah nantinya.20140223-000731.jpg

Ditempat saya, sampah yang bisa dibakar biasanya dikumpulkan setiap hari selasa dan jumat yang harus dimasukkan kedalam kantong plastik berwarna biru. Sampah yang bisa dibakar biasanya berisi kertas-kertas, bahan sisa makanan, tisu atau yang lainnya.

Sampah peralatan rumah tangga seperti bekas panci yang tidak terpakai, peralatan makan yang sudah rusak, lampu neon dan sebagainya biasanya dikumpulkan setiap hari selasa minggu kedua dan minggu ke empat dimasukkan ke dalam kantong plastik berwarna putih .

Lalu mengenai sampah yang tidak bisa dibakar harus dimasukkan dalam kantong plastik warna kuning dan pembagian sampah ini agak sedikit rumit. Sampah tidak bisa dibakar biasanya dipilah-pilah lagi sesuai jenisnya. Untuk botol bekas minuman misalnya, haruslah dipisahkan sendiri di suatu kantong plastik atau karung. Begitupun dengan sampah kaleng atau botol kaca, semuanya haruslah dipisah-pisahkan dan kemudian dikumpulkan setiap hari senin.

Inzai City Plastic Garbage

Semua jenis sampah kita bebas membuang tanpa harus dikenakan biaya.

β€œWait?! Dikenakan biaya? Memangnya buang sampah ada yang bayar ya?!”

Ya buang sampah di Jepang harus membayar bila kita ingin membuang sampah peralatan elektronik atau peralatan rumah tangga dalam bentuk yang besar seperti lemari, kursi, sepeda dan yang lainnya.Β  Untuk membuang peralatan ini, biasanya kita harus mengontak pusat pemerintahan kota untuk pembuangannya dan kita akan dikenakan biaya sesuai dengan jenis barang yang kita buang. Maka dari itu untuk pelajar di Jepang yang sudah habis masa studinya dan hendak kembali ke negara asal, biasanya lebih baik memberikan peralatan elektronik mereka kepada adik-adik kelas yang baru saja datang ke Jepang ataupun memberikannya kepada siapapun yang membutuhkan secara cuma-cuma. Kadang ini yang jadi salah persepsi orang kok baik banget mau kasih TV, radio, vacuum cleaner dan sebagainya secara gratis ya… Baik banget… Hihihi… Padahal kenyataannya daripada mereka disuruh bayar mendingan mereka berikan gratis aja. Bukan begitu?! Iya gak?! Hehehe… πŸ˜›

Pengolahan sampah di Jepang buat saya pribadi cukup rumit. Terkadang saya sendiri suka bingung dengan pembagian sampah di Jepang. Seperti sampah bekas sikat gigi yang dikategorikan sebagai sampah yang bisa dibakar misalnya. Okelah bulu sikat giginya bisa dibakar, tetapi bagaimana dengan gagangnya?! Gagang sikat gigi memangnya bisa dibakar ya?! Terkadang kalau sudah bingung dengan pembagian sampah begini, biasanya saya akan membawa sampah tersebut ke sekolah. Hehehehe… Hal ini tentu saja biar petugas kebersihan sekolah yang memisahkan dan memilah-milah sampahnya.

Anyway sekali lagi bahwa pembagian sampah di Jepang berbeda di setiap wilayah. Bahkan ada suatu wilayah di Jepang yang pembagian sampahnya jika tidak salah ingat dibedakan menjadi 32 macam/jenis. Wow sangat rumit sekali nampaknya memilah sampah menjadi 32 macam seperti itu. Dibagi jadi 5 bagian aja saya udah pusing, apalagi dibagi menjadi 32 seperti itu ya?! Ah entahlah… Pembagian sampah di Jepang memang rumit. Hahaha… πŸ˜›

Advertisements

56 thoughts on “Pengolahan Sampah di Jepang

  1. di Itabashi kemaren, pembagian sampahnya sampe 7 macem:
    1. botol kaca
    2. botol plastik/pet
    3. kaleng minuman
    4. sampah daur ulang/kertas
    5. sampah bisa dibakar (apapun yang bisa dibakar)
    6. sampah yang ga bisa dibakar (kaleng bekas, parfum kosong, batre, dll)
    7. sampah-sampah berukuran besar — seperti TV, kasur, dll.

    padahal Itabashi itu masih di Tokyo. 😐

  2. iya disini juga gak bisa buang sampah elektronik sembarangan. kalo buang sembarangan bakal didenda. jadi ada tempat tertentu buat buang sampah elektronik. atau di tempat2 umum (kayak sekolah) ada hari tertentu buat buang sampah elektronik.

    • kalo sampah elektronik yg besar gitu ada tempat khusus juga mas?
      disini tempat khususnya itu mungkin ada, tapi ga diketahui, rata2 harus kontak perwakilan kota utk ambil sampah elektronik besar kita.

  3. Wah banyak juga pembagian macamnya kalo ditempat saya masih 2 macam pembagian sampahnya, sampah kering dan sampah basah nanti setelah diangkut ke TPST baru dipilah lagi sama petugas kebersihan disana πŸ™‚

      • Ngikutin sesuai pentunjuk dan aturanya dong, hehe.. Biasa sampah kering buat plastik bekas botol minuman, kardus,kertas dan sampah lain yang bisa digunakan kembali atau di daur ulang kalo smapah basah biasanya lebih ke sampah organik biasa bekas kulit buah atau sisa makanan, serta jenis lain yang bisa di daur ulang untuk jadi kompos/pupuk πŸ™‚

  4. Jadi gak kebayang lo di Indonesia diterapkan seperti ini, penjual plastik pasti laku keras, dan pekerjaan tukang sampah sepertinya menjanjikan. lantaran orang Indonesia kan banyak yang malas jadi tinggal main duwit aja :mrgreen:

    • Tentunya semua orang di Jepang mengikuti aturannya kak Tika…
      Kalau mereka pindah wilayah pun mereka akan cari info mengenai sampah ini…

      konsekuensi kalo bandel itu sampahnya ga diambil ama petugas sampahnya…
      biasanya kalo sampahnya salah memilah2 tukang sampahnya ga mau ambil dari tempat pembuangan… kalo numpuk terus ntar lama2 bisa diusut siapa yg bandel… maka dari itu mayoritas semuanya pada ngikut aturan πŸ˜€

    • iyah… akupun kalo pulang indonesia asal buang sampahnya… soalnya ga ada aturan pemilahan sampah sih…
      kalopun ada 2 kotak yg dipisah gitu suka bingung mana yg basah ama yg kering karna ga ada keterangan nya, liat2 isi nya kayaknya campur aduk juga… ya jadilah asal masuk juga deh… (^.^;)?

  5. Wah sampai dibedakan 32 jenis sampah gitu, enggak kebayang gimana bentuk kotak sampahnya. Kalau di Indonesia sih biasanya cuma sampah organik dan anorganik gitu sih, namun ada juga beberapa sampah yang kaca-kaca gitu.

    Tapi beberapa waktu lalu beredar rumor kalau ternyata di tempat pembuangan akhir, sampahnya dicampur juga, jadi kita yang sudah misah-misahin sampah jadi galau, sudah repot misah-misahin ternyata di sananya dicampur juga. 😦

    • yg 32 jenis itu pas kapan liat di TV tempat pembuangannya gede kayak gudang gitu… nah disana penduduk milah2in sampahnya masing2 deh…

      wuaaa masak sih ada rumor begitu… wah pengolahan sampah di Indonesia ga bener nih… harusnya kan ada yg bs didaur ulang 😦

  6. halo kak, masih di jepang kah?

    ο½“ο½ο½™ο½γ€€ο½Œο½ο½‡ο½‰γ€€ο½„ο½‰γ€€ο½‹ο½ο½ο½ο½‡ο½ο½—ο½γ€€ο½Žο½‰ο½ˆγ€€ο½“ο½…ο½Œο½ο½ο½γ€€ο½“ο½…ο½ο½‰ο½Žο½‡ο½‡ο½•γ€€ο½‹ο½…γ€€ο½„ο½…ο½ο½ο½Žγ€€ο½•ο½Žο½”ο½•ο½‹γ€€ο½ο½’ο½ο½‡ο½’ο½ο½γ€€ο½Šο½…ο½Žο½…ο½“ο½™ο½“γ€€οΌšοΌ‰

  7. Hmm, bisakah diterapkan di Indonesia? Karena permasalahan sampah di Indonesia ini sudah akut, sama akutnya dengan budaya masyarakat yang belum sadar akan lingkungan. 😦

    • Mencoba untuk positif thinking…
      Bisa saja sih diterapkan di Indonesia, namun kapan itu bisa diterapkan? Nampaknya masih butuh waktu yang lama untuk itu dan juga butuh kesadaran yg tinggi dr masyarakat juga… πŸ™‚

  8. di sini mah sampahnya cuma di bagi 2 aja belum tentu juga orang-orang bisa ngikutin.. padahal udah jelas2 di tulis di tongnya loh… eh tong sampah di bandung sekarang bentuknya lucuk.. XD

    • akupun kalo ke indo suka bingung misalnya ada sampah daur ulang dan sampah non daur ulang… πŸ˜›
      abis kadang tulisannya kehapus sih… πŸ˜›

      oyah?! foto dong kak tong sampah di bandung… πŸ˜€

  9. Pingback: Jangan Buang Minyak di Jepang | ivanprakasa.com

  10. OHHH pantesan di rumah oom ku yang di Chiba tetangga-tetangganya pada naro sepeda, kulkas, laptop, otopet (bener ngga nih nulisnya?) di depan rumahnya masing-masing. Katanya ambil aja, gratis. Ternyata karena mesti bayar toh kalo buang begituan hahahah

  11. ”Sadar Lingkungan” itu emang hrs di mulai dr diri sendiri,,,contoh menggunakan plastik seminimal mungkin,,,di bandung tiap ada pasar kaget,,,sampahnyaaa ampun2 dehh,,,mirisss banget liatnya 😦
    dan skr baru kepikir kenapa org jaman dulu (seumuran mamah aq :D) kl ke pasar suka bw keranjang sendiri ^^

    • betul betul…
      kalau bisa diterapkan tuh… meski rasanya susah ya dan risih bawa kantong sendiri kemana2…
      Jujur saya pun masih susah, tapi kadang2 mencoba melakukannya kalo lagi niat… huehehe xD

  12. Pingback: Budaya Buang Sampah Di Jepang | Jinoharu

  13. suka banget sama artikel tentang pembagian sampahnya, kalau aku mulai misahin sendiri di rumah bakalan ngaruh ga ya?

    tar sama pak bon dicampur juga, kan sedih udah misahin dicampur lagi.

    • Hahaha… iya nih. di Indonesia nampaknya semua sampah masih dicampur. Kalau dipisah sendiri kayaknya ga guna..Tapi saya ga tau juga ya sistemnya di Indonesia bagaimana. Yah dicoba saja. Tak ada salahnya kan? hehehe

  14. knpa gk gali lubang di blakang rumah..
    trus mlam2 ngendap2 bwa cngkul buat ngubur tuh smaph..kn gk rubet lagi misah2 kn smapah ..wkwowko ya kn..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s