Jangan Buang Minyak di Jepang

Kebanyakan makanan khas Jepang biasanya dimasak dengan cara direbus atau bahkan dimakan mentah-mentah, agak jarang makanan khas Jepang yang diolah dengan cara digoreng. Tapi bukan berarti tidak ada ya… ada juga makanan khas Jepang yang dimasak dengan cara digoreng seperti tempura ataupun katsu. Entah karena faktor apa, tetapi orang Jepang nampaknya kurang menyukai makanan yang digoreng sampai sangat berminyak. Mungkin hal ini juga yang membuat masyarakat Jepang memiliki life-span yang panjang…

Tentunya hal ini agak berkebalikan dengan masyarakat Indonesia yang gemar makan makanan yang digoreng. Saya pribadi tak mengingkari kalau suka sekali dengan makanan goreng-gorengan seperti bakwan, batagor, tempe mendoan, dan lain sebagainya. Namun semenjak tinggal di Jepang sedikit banyak saya cukup terpengaruh dengan gaya hidup orang Jepang dan agak jarang mengkonsumsi makanan yang digoreng. Saya pribadi kalo masak dirumah jarang memasak sesuatu yang digoreng. Kebanyakan hanya memasak sesuatu yang direbus atau ditumis. Bukan karena apa-apa, tetapi salah satu penyebabnya adalah larangan membuang minyak sembarangan di Jepang.

“HAH?! Buang minyak dilarang?!”

Ya… Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya bahwa pengolahan di Jepang sangatlah rumit, termasuk urusan membuang minyak seperti ini. Di Jepang membuang minyak bekas pakai sangatlah strict. Kalau di Indonesia minyak bekas pakai bisa dibuang dimana saja dan kapan saja, lain halnya dengan di Jepang yang memiliki aturan mengenai hal tersebut. Di Jepang minyak bekas pakai tidak bisa dibuang begitu saja di saluran pembuangan air atau di selokan. Minyak bekas pakai haruslah diolah dengan menggunakan bubuk untuk membekukan minyak/oil solidfier. Setelah dibekukan barulah minyak bisa dibuang dan dikelompokkan ke bagian sampah yang bisa dibakar.

Oil Solidfier

Proses membekukan minyak dengan oil solidfier itu sendiri pun cukup mudah dan praktis. Selesai memasak, minyak bekas pakai yang masih dalam keadaan panas cukup ditaburi saja dengan bubuk oil solidfier. 20140305-003125.jpg

Setelah ditaburi dengan oil solidfier, minyak perlahan-lahan akan mengkristal dan kemudian kita cukup mengangkat dan membuangnya ke tempat sampah untuk pengelompokan sampah bakar

20140305-003144.jpg

20140305-003206.jpg

Cara lain membuang minyak bekas di Jepang adalah dengan cara menyerap minyak bekas dengan kertas tisu. Sama halnya dengan membekukan minyak, kemudian kertas tisu dibuang di bagian sampah yang bisa dibakar. Namun tentunya hal ini cukup membuat kita jadi boros kertas tisu, karena menyerap minyak tidak cukup hanya dengan selembar atau dua lembar kertas tisu.

Dulu ketika awal datang ke Jepang, saya tidak tau menau mengenai hal ini. Ketika itu saya dengan santainya membuang minyak ke tempat pembuangan air dimana saya biasa mencuci piring. Gak lama kemudian selang seminggu atau 2 minggu ada pemberitahuan kalau ada pencemaran air di daerah tempat saya tinggal. Hal ini mengakibatkan air di daerah pusat harus dihentikan untuk sementara waktu.

Selang beberapa bulan berlalu setelah kejadian itu barulah saya tau dari seorang teman kalau minyak di Jepang tidak boleh dibuang sembarangan. Wuahahaha… Dari situ saya langsung berpikir… “Dheg” apakah pencemaran air itu karena ulah saya membuang minyak waktu itu ya?! Hahaha… Untung aja gak dituntut atau kemudian dicari siapa yang menyebabkan pencemaran tersebut. Hihihi 😛

Nah jadi buat teman-teman yang tinggal di Jepang dalam waktu yang lama, harap perhatikan hal ini ya… Jangan buang minyak di Jepang secara sembarangan. Oke… (^.^)v

Advertisements

63 thoughts on “Jangan Buang Minyak di Jepang

  1. makanan indo juga gak semua digoreng lah. sama kayak makanan jepang atau negara2 lain pasti ada yang digoreng dan gak digoreng. contoh makanan indo yang gak digoreng ada baso, mie ayam, nasi tim, soto, sop sayur, rawon, gado2, ketoprak, lontong sayur, bubur ayam… banyak kok 🙂

  2. Beda banget sama di Indonesia ya. Bekuin minyak atau diserap dengan tisu itu ribet banget kayaknya. Tapi kalau dipelajari ya memang ada gunanya, pencemaran air tanah tentu bisa dikurangi..

  3. Halo salam kenal dari Yokohama.

    Sama saya juga jarang masak pake minyak. Lebih sering pake Microwave. Minyak juga bikin bau di kamar. 😀

    Btw, header chipmunks nya lucu .. ato Chip & Dale ya itu 😀

  4. kalo ampas kopi gpp dibuang? eh beda kasus kali yee
    di indo kalo pada bangun rumah juga banyak yg gak bikin bak lemak. jd pembuangan air nya gabung sama pembuangan air dr dapur

    • ampas kopi baiknya dibuang di tempat sampah sih, gak di saluran air…
      cuma kebanyakan kopi jepang adalah kopi tanpa ampas, jadi ga ada peraturan utk hal seperti itu… 😀

  5. woow keren juga ya, bener2 peduli lingkungan, kalau di Indonesia gak cuma minyak aja yang di buang tapi hampir semuanya bisa masuk … termasuk kotoran manusia juga.

  6. Waktu di Korea sampah organik juga harus dipisah ke kantong plastik khusus sebelum dibuang ke tempat sampah umum, klo gak gitu di denda mereka.
    Warganya memang tertib, klo sini hemmmm

    • iya betul kakak…
      di jepang pun harus pake kantong plastik khusus, kalo ga petugas ga akan ngambil sampahnya…
      Di Indonesia kapan ya masyarakatnya lebih sadar akan kebersihan lingkungan…?! hmm… 😐

  7. Makanya Van, nanti klo pulang ke Indo, langsung ngelamar jd presiden yg jujur dan pintar. Spy Indo bisa maju. Ayo Indonesia BISAAAAA……

  8. Haaii ivaan.. baru main lagi ke blgnya engkong <3.. makasi sharingnya kong.. keep health, jgn makan minyak banyak2.. #gaknyambung

  9. Halo mas, pertama kali berkunjung ke blog ini.. Info tentang minyak goreng sisa ini bagus sekali. Coba di Indonesia ada ya, bisa mengurangi limbah minyak.

  10. Permisi kak, saya sedang meneliti tentang ini. Menurut kakak, darimana saya bisa mendapatkan literatur dan cara membuat oil solidifier ini? Terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s