Coretan Grafiti “INDONESIA” di Puncak Gunung Fuji

Baru-baru ini, kalau saja para pembaca semua mengikuti berita tentang negara Jepang, mungkin kalian tahu berita terkait corat-coret yang terjadi di gunung Fuji. Ya… Berita terkait coretan grafiti bertuliskan “CLAX – INDONESIA” di gunung Fuji yang dituliskan dengan tinta oranye di jalur 9.

IMG_9806Sumber foto : Om @jafrane

Berita corat-coret ini menjadi berita nasional di Jepang dan tentunya mencoreng nama warga Indonesia yang tinggal di Jepang. Terlepas dari siapapun itu pelakunya, baik orang Indonesia ataupun bukan, sungguh saya pribadi sangat menyayangkan kejadian seperti ini.  Yang lebih saya sayangkan lagi, adalah respon dari pihak KBRI-Tokyo (Kedutaan Besar Republik Indonesia) dalam hal ini Dubes Yusron Ihza M. yang dalam tanda kutip ‘enggan’ mengeluarkan pernyataan maaf terkait akan hal ini.

Mengapa saya menyayangkan respon pihak KBRI-Tokyo?

Yang sudah pernah tinggal lama di Jepang pasti tahu budaya Jepang yang sungkan dan menghormati orang lain. Budaya Jepang akan selalu mengungkapkan permisi atau minta maaf apabila mereka hendak/telah melakukan sesuatu.  Contoh kasar sebuah kecelakaan atau tabrakan mobil. Terlepas dari siapa yang menabrak atau siapa yang ditabrak, mereka akan saling membungkukkan badan (menunduk) dan mengungkapkan pernyataan maaf terlebih dahulu sebelum mengurus proses kecelakaan dengan pihak asuransi, dan sebagainya. Tentunya budaya ini berbeda sekali dengan budaya di Indonesia yang kemudian akan jadi saling tuduh siapa yang salah mengemudikan kendaraan.

Dari contoh diatas, itu hanya contoh kecil. Terlepas besar atau kecilnya kesalahan yang kita lakukan, budaya Jepang bisa digambarkan demikian adanya yang meminta maaf terlebih dahulu. Meski saya salut pihak KBRI telah berinisiatif menghubungi koordinator Gunung Fuji untuk mengetahui duduk persoalan secara jelas, namun saya agak menyayangkan sikap KBRI-Tokyo yang dalam tanda kutip ‘enggan’ mengeluarkan permintaan maaf. Apa salahnya jika mengeluarkan statement pernyataan maaf diikuti dengan pernyataan untuk penyelidikan kasus lebih lanjut.

Jawaban “Sebelumnya kami memohon maaf apabila nantinya terbukti bahwa pelakunya adalah orang Indonesia, sampai ditemukan siapa pelaku corat-coret tersebut kami mengharapkan adanya penyelidikan kasus ini lebih lanjut

Jawaban seperti diatas mungkin akan lebih bijak dan bertanggung jawab menurut saya, yang seharusnya disampaikan oleh pihak KBRI.  Mungkin saya tidak lebih pintar daripada orang KBRI dan saya juga tidak bermaksud untuk menggurui, tapi saya yakin bahwa pihak KBRI Jepang bisa bersikap lebih bijak menyikapi permasalahan ini.

Melalui tulisan ini sebenarnya saya tidak bermaksud untuk menyalahkan, menggurui, menuduh ataupun menuding siapapun terkait masalah corat-coret di gunung Fuji. Saya hanya ingin mengajak para pembaca dan seluruh masyarakat Indonesia tentunya untuk lebih menjaga sikap dan perbuatan apabila sedang mengunjungi negeri orang.

Saat kita berada di negeri orang, sikap kita akan mencerminkan seluruh attitude dari semua masyarakat dimana kita berasal. Jika perilakumu baik, maka orang lain akan menilai seluruh masyarakat di negaramu berasal juga baik. Namun jika perilaku mu buruk, maka seluruh masyarakat di negerimu juga akan di cap buruk. Itulah yang saya pelajari selama saya tinggal di negeri orang. Kalau kata teman saya “自分の国守るしなければなりません“(baca: jibun no kuni mamoru shinakereba narimasen) yang artinya “Hanya kita sendirilah yang bisa menjaga (harkat dan martabat) negara kita sendiri”  

Dari kasus ini masyarakat Jepang yang tidak mengenal masyarakat Indonesia tentu akan menilai penduduk negara Indonesia memiliki perilaku yang kurang baik. Maka dari itu, mari kita jaga perilaku dan attitude kita selama berada di negeri orang. Kalo kata orang bule “Please behave”

Advertisements

31 thoughts on “Coretan Grafiti “INDONESIA” di Puncak Gunung Fuji

    • banget mas Arman.
      Pelakunya memang belum ketauan orang indo apa bukan sih, tapi kalo di nalar kok kayaknya ya ga mungkin kalo bukan orang Indo. ditambah ada yg bilang CLAX itu artinya bocah Klaten.
      Mencoba utk ga ngejudge tapi kok rasanya ya pasti orang Indo. yah menunggu sampai ketauan lah siapa yg melakukannya

  1. Duh, sayang banget ya.. Padahal kalo org KBRI nya mauk sedikit menundukan kepala pasti mereka jugak berfikir sebaliknya, lagipula bangsa ini kurang memahami arti maaf tolong dan makasih sih memang klo diperhatikan. Daku perihatin :((

  2. Meski belum ada bukti siapa yang membuat grafiti itu, rasanya hampir ga mungkin kalau orang dari negara lain yang membuat grafiti semacam itu. Lagian perilaku seperti di Indonesia kan sudah jadi kebiasaan (buruk). Yang lebih disayangkan memang sikap KBRI Tokyo yang ga mau minta maaf. Apa salahnya sih minta maaf. 😦

    • Kalau mengomentari dgn ego dan nalar pribadi sih saya sependapat banget mas Gie. Kasarannya ga mungkin ada orang yg mau menjatuhkan nama Indonesia tapi caranya kok agak pinter seperti ini.

      Iya… aku sangat menyayangkan sikap KBRI Tokyo yang seperti demikian 😦

  3. Aku sedih baca beritanya. Kenapa sih orang-orang gak bisa berperilaku baik di luar negara mereka? Mentang-mentang bukan negara sendiri bukan berarti gak menjaga negara orang lain.

    Terus keinget sempet jalan sama orang yang hobi nyampah sembarangan dan berniat nyorat-nyoret properti. Duh, gak diajarin apa di sekolah soal beginian? Kesel. -___-

    • huuh kak Chika… kesel…
      ibarat kata rusak susu sebelanga oleh nila setitik…
      Image Indonesia yg berusaha dijaga baik2 selama aku disini langsung drop hanya karena ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. 😦

  4. Aku setuju dengan pendapatmu Van. Kurang bijak memang responnya KBRI. Apakah Ivan sudah berusaha menyampaikan uneg2 ini ke KBRI? Melalui surat atau kolom komentar di website mereka mungkin?

  5. Sungguh disayangkan ya ada tindakan seperti itu. Apalagi ada nama Indonesia di batu itu. Yang mendaki Gunung Fuji kan pasti berasal dari banyak negara. Image Indonesia jadi turun 😦

  6. Malu2in bangeth!!! Yg paling parah memang responds KBRI, mestinya kan mereka lebih bijak dan sedikit pandai dari si pencoret geblek itu. Yg ada orang Jepang gak heran dengan prilaku mereka disana yang mengatasnamakan Indonesia 😦

  7. Memang bukan org KBRI yg melakukan tapi kan kasus ini mengatas-namakan negaranya sendiri, Indonesia. Klo dari pihak KBRI punya rasa kebangsaan harusnya bisa merasa malu atas perilaku orang mencoret-coret properti milik negara lain atas nama negaranya, at least minta maaf sbg rekan satu negara yg tinggal di negara orang, terlepas pelakunya orang indo atau bukan, nama baik negara harus tetap dijaga saat di negeri orang toh!?

  8. nih, kebiasaan yang tak berubah. padahal tidak ada manfaat dari melakukan hal tersebut. bahkan oknum2 ini banyak beraksi di objek wisata yang harusnya dilindungi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s