Okinawa – Sebuah Kota Pusat Militer (1)

Okinawa… Yeay… \(^.^)/

Udah lama banget kepengin pergi ke Okinawa. Secara namanya juga Aquarius, simbolnya aja sudah air, jadi suka banget yang namanya maen air apalagi kalau pergi ke pantai. Dan di Jepang salah satu tempat yang terkenal dengan pantainya adalah Okinawa.

Maret kemarin akhirnya kesampean juga deh pergi ke Okinawa. Tentunya pergi ke Okinawa ini tujuan utamanya adalah main ke pantai dong ya. (^.^)/ Karena Okinawa ini terletak di paling bawah alias bagian paling selatan dari negara Jepang, maka suhu disini pada saat musim dingin atau musim semi pas banget buat travelling karena ga sedingin di Tokyo.

Landing di Naha airport langsung terpukau sama bandaranya karena banyak sekali pesawat-pesawat militer yang awesome. Baru tahu juga kata temen seperjalanan kali ini kalau di Okinawa ini dijadikan pusat pelatihan militer di Jepang. Pantes aja pas nyusun itinerary kok banyak banget tempat-tempat yang berkaitan dengan perang dan militer. Tapi yang jelas saya suka banget deh ama suasana di Okinawa ini. Kalau kata temen Okinawa ini mungkin ibarat kota tua di Jakarta. Suasananya otentik seperti di desa, tetapi tidak kuno.

Pesawat militer di Jepang

Anyway, kalian tahu gak sih? Di Jepang, kita juga memiliki dialek bahasa khas daerah masing-masing lho. Gak cuma Indonesia aja yang punya keragaman bahasa seperti bahasa Batak, bahasa Jawa, bahasa Sunda, dan lain sebagainya, Jepang juga gak mau kalah dan punya dialek khas daerah loh. Misalnya saja untuk sapaan atau ucapan selamat datang.  Kalau bahasa Jepang pada umumnya kita biasa mengucapkan ようこそ(baca: youkoso) atau いらしゃい (baca: irashai) untuk menyambut kedatangan, maka setibanya di Okinawa saya disambut dengan tulisan dialek khas Okinawa yaitu 「めんそーれ」(baca Menso ̄re). Wah berbeda sekali bukan bahasanya?! Maka dari itu ketika mengunjungi suatu daerah meski kita cukup fasih berbahasa Jepang, sewaktu berbicara dengan penduduk lokal sering sulit dimengerti bahasanya karena menggunakan dialek (弁, baca: ben) masing-masing.

IMG_3513

Kebanyakan dari kalian yang pernah ke Jepang pasti tahu deh kalau di Jepang transportasi utamanya adalah kereta. Berbeda sekali dengan Jepang pada umumnya, transportasi utama di Okinawa ini menggunakan monorail. Dan agak menjadi kendala karena nampaknya monorail di Okinawa ini cuma ada 1 line saja. Sisanya kita harus berjalan kaki, naik bis atau menggunakan mobil pribadi. Jadinya agak sulit untuk kemana-mana kalau gak pake mobil.

Monorail in Japan - Okinawa

Masalah lain lagi adalah penggunaan IC Card semacam pasmo atau suica. Baik bus atau monorail tidak ada mesin untuk penggunaan IC Card. Jadinya harus beli tiket atau menggunakan uang tunai.  Eh pada tau kan IC Card itu apa?! Itu loh semacam kartu tapi bisa diisi duit. Mungkin kalo di Indonesia seperti kartu Flazz BCA gitu lah. Karena gak bisa pake IC Card, jadinya agak-agak nyebelin karena sehari sebelumnya udah ngisi IC Card dengan duit yg lumayan dengan maksud membatasi budget transport. Eh tapi malah gak bisa kepake… (~.~;) huffttt…

Setibanya di Okinawa saya bersama teman, yang pada kesempatan ini kami pergi bertiga, langsung meluncur ke hotel. Sampai di hotel foto narsis dulu dong ya di depan hotel. Huehehe… 😛

Okinawa Hotel

Awalnya kita cuma bermaksud untuk naroh barang doang supaya ga kerepotan waktu jalan-jalan. Eh tapi ternyata kita udah boleh langsung cek-in. Jadinya kita ngaso dulu dikamar sebentar sebelum kemudian lanjut menuju lokasi tujuan.

Tujuan pertama kita adalah ke Former Navy Underground Headquarters. Agak creepy gak sih begitu sampe langsung ketempat persembunyian bawah tanah. Hahaha… Tapi yah whatever lah. Toh ujung-ujungnya ntar juga mampir kemari, jadi urutan mau kesini pertama atau belakangan ga masalah. 😀

Untuk menuju kesana lagi-lagi kita bermasalah dengan yang namanya transportasi. Nungguin bis menuju lokasi lamanya minta ampun. Hampir sejam nungguin bisnya gak lewat-lewat. Padahal di Jepang terkenal dengan budaya on-time. Yah kalo untuk bis memang ada pengecualian sih, tapi ini telatnya menurut saya udah kebangetan dari apa yang tertera di jadwal tempat pemberhentian bis.

Setelah menunggu lama akhirnya kita dapet bis dan segera meluncur menuju lokasi. Sesampainya di lokasi pintu masuknya menurut saya cukup unik dan menarik. Kita pun foto-foto narsis dong di depan gedungnya.

Former Navy Underground Headquarters StatueFormer Navy Underground Headquarters entrance

Di dalem lokasi ada ruang tempat menuju bawah tanah. Kita bisa masuk ke dalam tempat persembunyian bawah tanah militer. Yang cukup bikin seneng meski ini bawah tanah, lokasinya ga bikin merinding sih. Bisa dibilang aman dari hawa-hawa syaitan. Huahaha…

Eh tapi gak semuanya sih. Ada satu tempat yang pahatan dindingnya kalo dilihat biasa mungkin biasa aja, tapi kalo diliat dari perspektif sudut lain keliatan seperti kepala manusia. Nah disini ini agak merasa merinding. Untungnya lumayan rame saat itu, jadinya ga ngibrit karena ketakutan. Hahaha….

Anyway disini gak ada yang spesial menurut saya. Di dalem museum gak ada apa-apanya. Yang menarik malah diluar museum dimana kita bisa melihat pemandangan. Dan saya suka toko oleh-oleh disini karena menyediakan tester yang lumayan banyak. Jadinya nyicipin tester makanan dong ya semuanya sampe berasa lumayan kenyang ini perutnya. Hahaha…

Go to underground in Former Navy Underground Headquarters Long road in Former Navy Underground Headquarters Inside Former Navy Underground Headquarters

Lanjut setelah dari Navy Underground ini kemudian kita menuju lokasi shopping street di Kokusaidori. Huahaha… Parah aja nih baru hari pertama udah langsung shopping. Tapi pas mau kesana kita bermasalah lagi sama transport. Akhirnya kita bertiga memutuskan untuk pergi dengan cara yang gak biasa. Cara yang tidak familiar untuk seorang traveler yang punya budget pas-pasan. Bagaimana cerita kita menuju kesana? Tunggu di cerita berikutnya ya… 😀

Advertisements

22 thoughts on “Okinawa – Sebuah Kota Pusat Militer (1)

  1. Kemarin sempat diajak professor kenalanku di Kyushu buat ngelancir ke Okinawa, tapi karena waktu tidak memungkinkan aku muter-muter di Kitakyushu sajo ^^

    Cuacanya mirip Indonesia van?

  2. ahh blm pernah ke japan.. cuma tau dari baca detective conan dan komik2 jepang doank 😀 kayanya Okinawa cukup terkenal juga, sering muncul di Conan 😛
    salam kenal Van 🙂

  3. Aku selalu mixed feeling kalau ke museum atau tempat yang dulunya lokasi perang atau terkait perang… antara pengin mengeksplor tapi juga sedih mengingat masa lalu tempat itu kayak apa.

  4. Betul, Ivan …Jepang jg punya dialek:). Kareneasaya punya banyak relasi disana .Utamanya Oom saya ( Mahjuddin Yusuf ) yg sdh separuh hidupnya disana. Dahulu Oom saya bekerja @ Abe Hatome , co ,Ltd as a Overseas Manager, sekarang sdh pensiun..Beliau sekarang tinggal ber 2 sama putranya ;Adam Yusuf di Warabishi, Saitama . Ok, salam kenal,ya 🙂

  5. tunnel2 gt emang selalu horror deh kyk.nyaa..
    pas gw ke israel, kita sempet ke megido. dulu tempat buat water system jaman dulu.. sama dket tempat yg katanya tempat armageddon. jadi agak horror2 gimana gt.

  6. Pingback: Okinawa – Taksi termurah di Jepang (2) | ivanprakasa.com

  7. Maaf, Mas, itu kan めんそーれ. [me] bukan [no]. Tapi pengalamannya menarik. Saya suka Okinawa tapi belum pernah ke sana. Terima kasih atas pengalamannya. Saya jadi belajar banyak… ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s