Air Mata Yang Tersisa

Ketika debur ombak memecah karang…

Mengikis dan melukai…

Perlahan tetapi pasti…

Mengubah yang kokoh menjadi serpihan perih…

 

Ketika pohon menjadi tua…

Sudah dipupuk dari biji menjadi kokoh dan dewasa…

Namun ada masanya…

Dia akan menjadi renta…

Melepaskan akar-akarnya…

Menumbangkan dirinya hingga tak berdaya…

Dan dia…

Tak lagi bisa meneduhkanmu karena sudah tak bernyawa…

 

Masihkah tersisa air mata?

HABIS…

Sudah habis…

Hanya kesunyian…

Sepi…

Pedih dan lirih

 

I.P / 2015

*Sebuah puisi untuk sahabat

Advertisements

16 thoughts on “Air Mata Yang Tersisa

  1. semua memang ada masanya…
    bisa jadi pertanda..
    bahwa dunia bukan segalanya…
    —–
    keren mas puisinya semoga hadiah ini untuk sahabat dapat menjadi sesuatu yang berkesan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s