Archives

Tips Memperoleh Beasiswa di Luar Negri

Di twitter sering sekali adik-adik yang masih sekolah dan teman-teman lain me-mention saya untuk berbagi tips bagaimana kiat-kiat untuk bisa mendapatkan beasiswa di luar negri…

Jujur… terkadang saya suka bingung untuk menjawabnya… Bukan karena apa-apa, tapi karena tidak ada kiat-kiat khusus yang bisa saya bagikan karena semua ini saya katakan adalah sebuah anugrah dari Yang Di-Atas.

Kalau dulu jaman SMA, ketika saya benar-benar mencari beasiswa, banyak hal yang dilakukan… Mulai dari  datang ke kedutaan besar luar negri, mengikuti seminar-seminar pendidikan, aktif melakukan searching di internet, dan masih banyak hal lain yang saya lakukan. Tentunya itu adalah hal yang sangat basic dan bisa dibilang wajib dilakukan oleh semua siswa yang menginginkan studi di luar negri.

Namun ketika semua hasil usaha kerja keras itu membuahkan hasil yang mana beasiswa sudah hampir di depan mata, saya memutuskan untuk mengurungkan semua itu karena beasiswa yang diperoleh hanya mencakup biaya kuliah saja. Tentu saja keputusan saat itu merupakan sebuah keputusan yang berat. Ibarat kata sudah bersusah payah dan memperoleh hasil, namun harus rela melepasnya begitu saja. Namun saat itu saya perlu sadar diri bahwa untuk hidup di luar negri tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Saya bukan berasal dari keluarga orang kaya yang bisa dengan mudah begitu saja menyekolahkan anak-anaknya diluar negri. Saya ingat betul kata-kata mama saya saat itu

“Kalau kamu kuliah di luar negri papi mami mungkin bisa saja membiayainya. Tapi disini mungkin papi mami, koko dan adekmu akan cuma makan nasi putih aja…” Continue reading

Advertisements

Bila Orang Tua Eksis di Social Media

Posting kali ini saya akan berbicara sedikit mengenai social media. Posting ini saya tulis sekedar mengomentari seseorang yang sempat ngobrol dengan saya via Yahoo Messenger waktu itu, yang  katanya beliau di blokir oleh anaknya di social media. Hihihi… denger gitu sih saya hanya bisa tertawa saja… Alasan yang diutarakan si anak simple, yaitu GAK BISA EKSIS. Jawaban itu sedikit membuat saya tertawa geli… Kalau saya jadi si anak sih ga akan setega itu nge block ortu sendiri. Walau memang saya akui saya jadi ga bisa eksis di social media.

Nah saya sekarang ingin bertanya kepada para pembaca terutama kalian para abegeh… Kalau papa mama kalian aktif di social media kalian setuju atau ga? Mari kita menimbang dan meniliknya lebih jauh.

Buat saya pribadi orang tua yang eksis di social media di satu sisi sebenarnya saya merasa senang, karena itu artinya orang tua kita adalah orang tua yang terus belajar dan menyesuaikan dengan kemajuan zaman. Selain itu bagi saya pribadi yang tinggal jauh dan memiliki keterbatasan komunikasi dengan orang tua, social media adalah salah satu tempat bagi saya untuk berkomunikasi dengan mereka. Tapi saya akui secara pribadi bahwa eksistensi orang tua di social media membuat saya tidak cukup bebas dalam berekspresi. Seolah-olah ruang gerak menjadi terbatas, tidak bisa ini dan tidak bisa itu (^.^)? Hehehe

But let see dari kapasitas jika kita bila menjadi orang tua. Orang tua tentu akan bisa mengenal anaknya lebih jauh dari status serta dari aktivitas yang dilakukan oleh si anak. Selain itu, tentunya orang tua akan menjadi lebih mudah memantau pergaulan anaknya di social media. Terlebih akan banyak isu-isu yang kurang menyenangkan yang terjadi di social media. Hal ini tentunya membantu orang tua dalam mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Tapi jika orang tua terlalu berlebihan dalam memproteksi si anak, tentunya si anak juga akan merasa risih dan jika sudah mencapai puncaknya mungkin kejadian yang dialami oleh seseorang yang saya ceritakan di atas akan terjadi, yaitu si ortu akan di blokir oleh si anak.

Jadi pemecahannya bagaimana? Jadi orang tua harus bagaimana? Apa win win solution yang ditawarkan  dong? Continue reading

10 Ide Kencan Anti Bosan

Merasa kalau kencan dengan pasangan membosankan? Merasa kalau kencan malam minggu Cuma begitu-begitu saja? Yuk coba tips berikut agar kencan kamu dengan pasangan lebih menyenangkan. (^.^)

1. Apa makanan favorit yang biasa kamu dan pasangan pesan di restoran? Coba cari resepnya di internet atau buku masak, lalu ajak doi ke supermarket untuk berbelanja bahan-bahannya. Bawa pulang ke rumah, dan mulailah memasak. Ingat, jangan pilih masakan yang ‘gampang’ seperti nasi goreng atau sekedar mie goreng. Pilih masakan ala restoran yang resepnya agak rumit. Hasil akhirnya belum tentu enak, apalagi bisa dimakan, namun proses memasaknya dijamin lebih seru.

2. Jika pasanganmu senang main game, buatlah turnamen game antara kamu dan dia. Dance dance revolution, guitar hero, atau berbagai pilihan permainan di Nintendo Wii. Bisa juga pergi ke tempat game yang biasa ada di mall. Sebelum permainan dimulai, jangan lupa tetapkan apa hadiah yang akan didapat sang pemenang, dan apa hukuman yang harus dilakukan oleh yang kalah.

3. Senang makan? Wisata kuliner pasti tak asing lagi bagi. Tapi jika ingin beda, coba luangkan waktu kencan bersama pasangan untuk menjajal tempat-tempat jajan kaki lima, pasar tradisional, bahkan di sekitar SD di kampung terdekat. Lupakan sejenak kafe dan restoran ber-AC. Suasana berbeda dari rumah makan kecil mungkin bisa memberikan sensasi tersendiri buat kamu dan pasanganmu.

4. Masih ingin makan malam di kafe? Silakan. Tapi coba pilih restoran yang menyiapkan live music, yang membolehkan pengunjung untuk menyanyi dan menyumbang lagu. Setelah makan, kamu dan pasangan harus naik ke atas panggung dan masing-masing menyanyikan satu lagu. Anggap saja karaoke, tapi ditonton seluruh pengunjung restoran. (^.^) Berani?!

5. Masih tentang wisata kuliner. Bagilah menu makanmu menjadi beberapa bagian, misalnya: minuman, makanan pembuka, makanan utama, makanan penutup. Lalu kunjungilah empat tempat makan yang berbeda. Di satu tempat, kamu hanya boleh memesan satu bagian. Pesan minum saja di tempat pertama, pesan makanan pembuka saja di tempat kedua, dan seterusnya.

6. Piknik selalu menyenangkan jika dilakukan bersama pasangan. Bukan piknik biasa, tentunya. Sebelum berangkat, siapkan tikar, makanan, minuman, gitar, apa pun yang ingin kamu bawa untuk piknik. Lalu minta pasangan untuk menulis “penunjuk arah” dengan sembarang. Contoh: 2 kilometer ke utara, belok kiri, lurus 3 kilometer, belok kanan, dan seterusnya. Arah ini ditentukan secara asal saja, sehingga kamu dan pasangan tak tahu di mana tujuan akhir akan berada. Ikuti petunjuk ini, dan bukalah keranjang piknikmu di tempat tujuan akhir.

7. Kapan terakhir kamu main layangan? Coba ajak pasangan ke lapangan, taman, atau pantai terdekat, untuk menerbangkan layangan. Ingin lebih menantang? Buat sendiri layangan kamu dari nol, dan proses membuat layangan juga akan menjadi sesuatu yang menyenangkan.

8. Apa tempat wisata yang wajib dikunjungi wisatawan yang datang ke kotamu? Museum? Monas? Gunung Tangkuban Perahu? Kota Tua? Kebun binatang? Coba kunjungi bersama si dia. Mungkin kesannya membosankan, apalagi jika kamu sudah sering ke sana semasa kecil. Tapi percayalah, berkunjung bersama pasangan akan memberikan pengalaman yang sangat berbeda.

9. Jika kamu dan pasangan sama-sama suka fotografi, berburu foto pasti sudah jadi aktivitas yang rutin dilakukan. Kali ini, coba lakukan sesuatu yang lain. Bawa kamera masing-masing, lalu jelajahi kota sambil saling mengambil foto pasangan. Kamu memotret si dia, dan dia memotret dirimu. Bukan foto dengan pose manis, apalagi foto mesra. Misi kalian adalah membuat sebanyak mungkin foto lucu, unik, dan konyol, yang melibatkan hal-hal menarik yang kalian temukan sepanjang perjalanan keliling kota. Bertemu pengamen banci di perempatan jalan? Jangan lupa ajak foto bareng. 😛

10. Oke, masih juga ingin nonton di bioskop? Jika transportasi memungkinkan, coba kejutkan pasangan dengan membawanya nonton di luar kota. Tak perlu jauh-jauh, tentunya. Cukup kota atau kabupaten sebelah, yang hanya memakan waktu 2 atau 3 jam perjalanan. Jika di kota tujuan tak ada bioskop yang memutar film Hollywood incaranmu, ini kabar bagus. Kamu dan pasangan jadi punya kesempatan untuk menonton film yang tak biasa ditonton, dengan judul-judul macam Pocong Keramas atau Suster Ngakak. Setelah itu, habiskan waktu dengan menjelajahi kota tersebut hingga waktunya pulang.

Bagaimana? Dengan mencoba tips diatas, dijamin kamu dan pasangan tak akan lagi merasa jenuh menjalani kencan setiap minggunya. Selamat berkencan. (^.^)

*Postingan ini saya ambil dari berita-berita di Yahoo yang sudah lama sekali dan saya modifikasi. Mohon maaf karena link sumber tidak saya cantumkan, karena saya lupa link sumbernya. Jadi yang bagi penulis yang merasa bahwa ini adalah tulisannya mohon maaf karena tidak menuliskan sumber. Anda bisa menghubungi saya agar saya cantumkan tautan ke link Anda. Terima kasih.