Dua Pilihan Resort Di Puncak Dengan Panorama Menawan

Berkunjung ke Puncak melepas lelah aktivitas sering dilakukan oleh warga Jabodetabek. Hal ini ditandai dengan kemacetan yang kerap terjadi sejak hari Jumat sore. Kawasan Puncak dipilih karena lokasinya yang dekat dengan ibukota dan transportasi yang beragam yang bisa digunakan. Mulai dari kereta commuter line yang bisa diandalkan ketepatan waktunya ataupun menyewa mobil secara online yang kini sangat mudah dilakukan.

Puncak dengan kesederhanaan pesonanya tetap mengikat hati wisatawan. Semua kalangan menyukai kawasan yang identik dengan perkebunan teh. Bentang alam inilah yang kemudian dijadikan daya tarik oleh pemilik villa atau resort yang banyak bertebaran di setiap sudut tempat ini.

puncak

Photoright: mita-tour.com

Memang, salah satu alasan wisatawan baik domestik maupun mancanegara mengunjungi Puncak adalah karena keindahan alam dan kesejukan udaranya. Untuk menikmatinya, biasanya mereka akan menginap satu atau dua malam sehingga bisa menikmati suasana Puncak yang khas dengan minuman wedang hangatnya.

Berikut ini beberapa rekomendasi resort cantik dengan panorama menawan yang akan menyempurnakan liburanmu di Puncak:

1. Puncak Pass Resort

Puncak Pass Resort belokasi di Jl. Raya Puncak KM. 90, Sindanglaya, Cipanas, Kabupaten Cianjur. Keindahan alam yang menjadi daya jual resort ini bisa langsung kamu nikmati manakala kamu menginjakkan kakimu di sini. Perkebunan teh sejauh mata memandang menjadi obat lelah karena macetnya perjalanan. Udara sejuk dengan matahari yang bersinar memberi semangat untukmu menikmati liburan di sini.

Puncak pass resort

Photoright: puncakpassresort.com

Jika kamu ingin mendapatkan informasi lebih jauh kamu dapat mengeceknya di online travel agent. Dan kamu bisa melakukan booking Puncak Pass Resort di Traveloka, salah satu OTA yang menawarkan garansi harga sehingga kamu tidak akan membayar biaya lain di resort yang kamu pilih.

Furnitur kayu dengan warna coklat menambah kesan natural yang menjadi ciri resort ini. kursi-kursi yang diletakkan di resto bagian outdoor bertujuan agar Continue reading

Advertisements

Jepang Negeri Yang Mustahil

Saya tertarik dengan sebuah postingan yang diunggah oleh rekan sesama orang Indonesia di Jepang bernama “Ari Tamat”. Berikut screen capture dari postingan tersebut.

IMG_9445

Kutipan tersebut sungguh menarik. Mengapa? Untuk saya pribadi kutipan tersebut kalau dipikir-pikir benar adanya. Ya memang benar… JEPANG memang NEGERI YANG MUSTAHIL…

Masalah politik, kapitalis maupun liberal, saya bukan ahlinya. Bisa dibilang saya “buta” untuk urusan yang satu ini. Jangankan politik di negara Jepang, politik di negeri sendiri yang kental dengan KKN saja saya kurang begitu paham. Tapi yang jelas, apapun kegiatan politik di Jepang, kenyataannya masyarakat di Jepang bisa hidup damai dan makmur.

Masalah agama, well… Sebenarnya untuk masalah agama kebanyakan orang Jepang merupakan penganut agama Shinto ataupun Budha. Akan tetapi jika berbicara tentang Tuhan, sangat sedikit orang Jepang yang mempercayai pencipta-Nya. Oleh karena itu terkadang banyak yang bilang bahwa orang Jepang tidak beragama. Namun meskipun tidak beragama masyarakat Jepang tetaplah santun dan juga taat aturan. Mereka tidak saling hujat dan tidak saling mendiskriminasi meskipun teman atau sahabat mereka tidak beragama.

Masalah tata cara berpakaian di Jepang sangatlah bebas. Wanita mengenakan rok mini dan seksi bukanlah suatu hal yang aneh di Jepang. Apapun cara berpakaianmu hampir tidak ada yang melarang. Tidak banyak orang yang peduli dengan caramu berpakaian. Bahkan di musim yang dingin sekalipun, tidak sedikit wanita yang mengenakan rok mini demi penampilan yang seksi. Mungkin benar apa kata pepatah “Beauty is pain” yang mana demi penampilan yang cantik masalah kedinginan pun tidak jadi soal bagi sebagian wanita Jepang.

Bukan hanya cara berpakaian seksi saja yang bebas, masalah pornografi pun juga bebas disini. Tidak sulit menemukan tempat berbau pornografi di Jepang. Mulai dari penjual majalah porno, penjual DVD porno, girls bar, bahkan tempat prostitusi sekalipun. Semua ada dimana-mana, tidak dibatasi, tidak digugat, dan tidak diamuk oleh massa. Namun semuanya itu tidak menjadikan akhlak masyarakat Jepang menjadi bejat. Masyarakatnya tetap santun, saling menghargai, dan pelecehan terhadap wanita atas penampilannya yang seksi bisa dibilang cukup jarang ditemui.

Masalah LGBT di Jepang memang tidak se-vulgar di Amerika, namun jumlahnya tidaklah sedikit. Namun seorang LGBT di Jepang tidak kemudian dikucilkan dari pergaulan. Mereka tetap hidup biasa seperti orang normal pada umumnya. Bahkan dewasa ini pernikahan sesama jenis sudah dilegalkan di Jepang. Memang belum sah di seluruh wilayah Jepang, tetapi di Continue reading

Tidak Ada Yang Instan!!!

Belajar dari sekian banyak pengalaman, hingga saat ini saya rasakan segala sesuatu memang tidak  ada yang instan. Kalaupun ada yang instan mungkin itu cuma makanan saja, seperti mie instan. Sedangkan untuk mendapatkan sebuah kesuksesan, saya rasa tidak ada yang instan. Orang-orang yang sudah sukses, pasti sudah yang namanya merasakan jatuh bangun berkali-kali. Yah kalaupun ada orang yang bisa langsung sukses, mungkin itu memang sudah rejeki orang tersebut karena memang memiliki faktor luck atau faktor keberuntungan yang hanya dimiliki oleh satu dari sekian banyak jutaan manusia.

Berkaca pada itu semua, saya salut dan juga banyak belajar dari mereka yang dalam tanda kutip sudah “sukses”. Tentunya penilaian kesuksesan tiap orang berbeda-beda, dan menurut saya juga tidak bisa disama-ratakan. Terlebih untuk hal-hal tertentu dan ada bidangnya masing-masing. Ada yang sukses di bidang pendidikan, ada yang sukses di bidang entertain, ada yang sukses di dunia digital, dan masih banyak lagi.

Kali ini saya belajar dari mereka yang sudah sukses di bidang entertain. Secara beruntung saya memiliki kesempatan untuk menemani beberapa selebritis tanah air yang sedang melakukan shooting film di Tokyo. Mereka diantaranya adalah Ferry Salim, Brandon Salim (anak Ferry Salim), dan Gigi ex. personil Cherrybelle.

Ferry Salim dan Ivan Prakasa

Saya salut dengan beberapa diantara mereka yang datang jauh-jauh ke Tokyo, bukan hanya sekedar melakukan shooting serta hura-hura belaka, melainkan mereka juga Continue reading