Tag Archive | bijaksana

Jangan Pernah Menunggu Untuk Berbuat Baik

Persis kemarin, tepatnya tanggal 7 Maret 2011 terjadi suatu hal yang menginspirasi saya untuk menulis hal ini. Karena menyesal dengan apa yang sudah saya lakukan, maka saya pun berusaha berbagi pengalaman kepada para pembaca sekalian agar sekiranya tidak melakukan hal yang sama seperti saya.

Jadi ceritanya begini…. Waktu itu saya sedang menunggu seseorang di pinggir jalan yang cukup ramai dilalui oleh kendaraan bermotor. Sembari menunggu orang tersebut, saya pun hanya memperhatikan kaca spion menanti orang yang dimaksud. Ketika itu saya pun melihat orang yang dengan sotoynya memegang helm sambil mengemudikan motor dan sambil menelepon dengan menggunakan ponsel. Tentu saja konsentrasi si pengemudi tertuju pada pembicaraan ponsel yang nampaknya cukup serius dan dia pun agak sedikit oleng ketika mengemudikan motor.

Karena tidak seimbang dalam mengemudikan motor, motor yang ada di sampingnya pun tersenggol dan terjadilah kejadian tersebut yaitu Continue reading

Advertisements

Ketika Cinta Tak Harus Memiliki

Dear pembaca setia sekalian….

Wah sudah lama ya saya tidak mengupdate blog ini. Mohon maaf pembaca setia sekalian bila blog saya garing dan ga ada hal-hal baru. Agaknya ketakutan saya yang tidak punya cerita sekembalinya ke Indonesia dari Jepang yang pernah saya utarakan sebelumnya, bisa benar-benar terjadi ya. Saya berharap sih tidak….

Sebenarnya ada beberapa hal di Jepang yang belum sempat saya sharingkan, namun mengingat sudah terlalu lama dan saya agak sedikit lupa jadinya ya lanjut saja deh ceritanya. Maklum lah… sekembalinya dari Jepang saya harus menyelesaikan urusan kuliah yang sedikit terbengkalai, termasuk ujian dan sidang magang jadinya… sharing cerita itu sudah melayang kemana-mana deh. Hehehe….

Sesuai janji saya, tahun ini mimpi saya untuk menerbitkan novel yang sudah lama tertunda harus menjadi kenyataan. Jadi, seperti yang juga pernah saya utarakan bahwa ketika perjalanan di Jepang sudah usai, saya akan mulai mengisi blog dengan tulisan-tulisan yang nantinya akan jadi novel saya. Mohon doa para pembaca ya agar novelnya nanti bisa benar-benar terbit ya. 😀 AMIN…….

Namun kali ini saya belum mulai untuk menulis halaman demi halaman novel saya. Yang ingin saya bahas kali ini adalah sebuah kalimat yang mungkin sudah sering sekali kita dengar yaitu “Cinta Tak Harus Memiliki”

Pernah ga pembaca sekalian mengalami hal itu? Wah saya udah kayak dokter cinta aja nih kesannya. Hahaha….. Buat pembaca yang pernah mengalaminya boleh kok di share via comment.

Cinta” memang terkadang membuat kita buta. Bahkan cinta terkadang bisa membuat manusia bisa melakukan hal diluar batas kewajaran. Saking cinta-nya sering pula kita dengar berita orang bunuh diri dengan loncat dari lantai 20, atau gantung diri di pohon toge. (Hahaha lebai aneh gila gue…. :p)

Cinta” itu urusan perasaan bukan urusan logika. Kan ada tuh lagunya “cinta… tak kenal dengan logika.” Menurut saya pribadi ada benar dan ada tidaknya. Memang cinta itu urusan perasaan, namun logika itu juga penting agar kita tidak dibutakan oleh cinta. Betul ga? Nah buat yang sedang dimabuk asmara dan dimabuk cinta jangan sampai deh dibutakan oleh “cinta”. Kalian harus tetap berpikir dengan logika agar sekiranya kalian tetap dapat membedakan mana yang baik dan yang buruk. (cie ilah bahasa gue….. dewasa gila…. hahaha :p)

Yang namanya “cinta” emang datangnya kadang ga diduga-duga. Bisa datang kapan saja dan dimana saja. Seperti sebuah misteri kadang kita bisa mengalami yang namanya “cinta tak harus memiliki.” Pernah ga mendengar sebuah cerita seorang anak dijodohkan oleh orang tuanya. Padahal kita sangat mencintainya, namun ternyata dia harus menuruti orang tuanya dan menikah dengan seseorang yang dijodohkan olehnya. Mungkin jika mengalami hal itu kita menjadi sedih dan berharap tidak mengalaminya.

Namun jangan sedih ya kawaners sekalian, karena terkadang rasa cinta seperti itu bisa lebih indah dari apa yang kita bayangkan. Memang mungkin berat mengalami hal tersebut, tapi bila terjadi hal demikian kita masih bisa menjadi teman untuknya kan?! Tentunya kita ingin kekasih yang kita cintai selalu tersenyum kan? Nah, maka dari itu jangan tinggalkan dia dalam situasi seperti itu. Justru disaat seperti itulah kita harus memberi dukungan dan tetap selalu ada untuknya. 😀

“Percayalah kasih…. cinta tak harus memiliki…. walau kau dengannya…”

Pernah dengar kan lirik lagu diatas. Nah, kita pun masih bisa mencintainya meski dirinya sudah bersama yang lain. Pernah dengar ga istilah “cinta tak bersyarat”? Nah salah satu “cinta tak bersyarat” itu adalah dengan menerima kondisi kekasih kita apa adanya. Salah satunya ya “cinta tak harus memiliki” itu. Tidak ada syarat untuk kita harus memilikinya seutuhnya. Betul???

Coba kalian renungkan sejenak, mengapa Tuhan menciptakan “cinta” diantara manusia? Jawabannya adalah karena cinta itu ada untuk melengkapi kekurangan dan kelebihan satu sama lain. Cinta dua manusia itu ada karena kita diharapkan saling mengisi kekosongan hati satu sama lain dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Karena itulah cinta harus menerima kekurangan dari pasangan. Jika cinta hanya memandang kelebihan saja, maka manusia bisa hidup sendiri dengan cinta. Karena itu terimalah “cinta” kita apa adanya.

Jika romeo dan juliet saja bisa mengabadikan cinta mereka, meski banyak yang menentangnya? Mengapa kita tidak hanya karena tidak bisa memilikinya? 😀

Ibu dan Tujuh Orang Anak

Suatu hari seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.

”Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda.
”Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua”, jawab ibu itu.
”Wouw… hebat sekali putra ibu!”  pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.

Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.

”Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu?? Bagaimana dengan kakak adik-adik nya??”
Si Ibu bercerita :

”Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi dosen di Semarang.”

Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh.

”Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??”

Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab,
”Anak saya yang pertama menjadi petani di Jogja nak”. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.”

Pemuda itu segera menyahut,
“Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani ???”

Apakah kamu mau tahu jawabannya??????…

Dengan tersenyum ibu itu menjawab,
”Ooo … tidak tidak begitu nak….Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani”

NOTES:

Pelajaran hari ini : Semua orang di dunia ini penting. Semua orang di dunia memiliki karunia dan kelebihan masing-masing. Buka mata, pikiran, serta hatimu. Intinya adalah kita tidak bisa membuat ringkasan sebelum kita membaca buku itu sampai selesai. Orang bijak berbicara “Hal yang paling penting adalah bukanlah SIAPAKAH KAMU tetapi APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN”