Tag Archive | Budaya Indonesia di mancanegara

Mari Wujudkan Indonesia Soft Power (2)

Setelah kemarin saya membahas mengenai wacana pengembangan RBI, kali ini saya akan membahas lebih jauh mengenai pandangan masyarakat Jepang terhadap budaya Indonesia itu sendiri.

Pengembangan Rumah Budaya Indonesia yang menjadi topik dan diskusi hangat waktu itu tentunya bukan hanya kami masyarakat Indonesia yang saat ini tinggal di Jepang yang antusias mengenai wacana ini, melainkan orang Jepang pun sangat menyambut baik dan sangat antusias dengan rencana pengembangan RBI ini.

Faktanya adalah di Jepang sebenarnya ada banyaaakkk… sekali masyarakatnya yang cinta akan Indonesia. Saya tak perlu ambil contoh jauh-jauh. Di wilayah kampus tempat saya menempuh studi, meskipun seorang diri saya selalu berusaha untuk memperkenalkan budaya Indonesia setiap ada kesempatan. Sampai suatu ketika saya diperkenalkan oleh staff kampus dengan seseorang bernama Yoshi-san, begitu saya menyebutnya, yang memiliki kecintaan terhadap budaya Indonesia. Bisa dibilang Yoshi-san ini sangat aktif dan begitu antusias mengkoordinir orang-orang Jepang yang memiliki ketertarikan yang sama terhadap budaya Indonesia. Saya pernah berbicara langsung dengan Yoshi-san mengenai alasan mengapa dirinya menyukai budaya Indonesia. Menurut penuturannya, semua berawal ketika dirinya tinggal selama kurang lebih 4 bulan di Indonesia di daerah Jogjakarta. Yoshi-san sangat kagum akan budaya yang ada disana. Begitu banyak pengalaman unik dan menarik yang diperolehnya selama di Indonesia yang tentunya bukan hanya di Jogjakarta melainkan juga di Jakarta dan wilayah lain dari Indonesia.

Hingga saat ini dalam lingkup kecil Yoshi-san ini mengumpulkan orang-orang Jepang yang memiliki ketertarikan terhadap budaya Indonesia dengan cara membuat sebuah Continue reading

Advertisements

Mari Wujudkan Indonesia Soft Power (1)

Oke… jadi ceritanya kemarin, 28 November 2012, saya diajak dan diundang ke acara yang diadakan oleh KBRI Tokyo (Kedutaan Besar Republik Indonesia) sebagai perwakilan blogger yang juga merupakan duta wisata dari prefektur Chiba oleh Om Rane.

Awalnya saya agak ragu bisa hadir, mengingat bahwa setiap hari Rabu adalah jadwal saya presentasi secara individual bersama dosen. Akhirnya selasa pagi saya minta izin kepada dosen untuk menghadiri acara tersebut dan dosen pun mengizinkan dan mendukung saya. Tentunya bahagia bisa mendapat izin karena berarti hari rabu bisa terbebas dari tugas-tugas dan omelan dosen tentunya huehuehehe… 😛

Jadi pagi hari dengan semangat 45 saya menjalankan rutinitas seperti biasa. Berharap juga di acara tersebut bisa bertemu dengan duta besar Indonesia di Jepang langsung… *boleh dong berharap hehehe… Singkat cerita siang itu saya datang ke KBRI Tokyo agak sedikit terlambat karena urusan sekolah. Acara saat itu dijadwalkan pukul 13:00 tapi saya baru tiba kalau tidak salah sekitar pukul 13:15. Tetapi untungnya ini adalah acara orang Indonesia (^.^)v jadi… mau di Jepang, mau di Indonesia orang Indonesia terkenal dengan budaya telat… Dan mulainya acara saat itu pun juga terlambat… hehehe…

Awalnya saya kurang paham sebenarnya undangan ini dalam rangka apa. Secara Om Rane yang mengajak saya jika ditanya jawabnya suka ‘nyeleneh’. So dari penjelasan ‘nyeleneh’ yang saya peroleh kira-kira diskusi kali ini akan membahas masalah budaya dan terkait pengembangannya di Jepang. Selain itu agak minder juga berada diantara orang-orang hebat dan sesepuh disana. Bisa dibilang saya menjadi yang paling muda disana dan tidak memiliki jabatan atau kedudukan apa-apa. Yang bisa dibanggakan mungkin cuma duta wisata prefektur Chiba. Tetapi itupun saya menjadi Chiba Ambassador melakukan campaign secara online, dalam dunia offline?! Belum tentu orang mengenal saya yang bukan siapa-siapa.

Tak lama acara pun segera dimulai. Sebelum acara dimulai sekilas saya membaca sedikit paper yang tergeletak diatas meja yang merupakan rangkuman presentasi. Akhirnya ketika acara dimulai dan melihat judul presentasi “Pengembangan Rumah Budaya Indonesia di Mancanegara” saya langsung antusias dan tentu saja mengikuti dengan seksama.

Cukup panjang penjelasan konsep dan wacana “Pengembangan Rumah Budaya Indonesia di Mancanegara” tersebut. Menurut saya pengembangan Rumah Budaya Indonesia atau yang kemudian disingkat menjadi RBI ini wacana yang sangat baik dan menarik. Mengapa menarik?! Karena secara tidak langsung para pemimpin Indonesia kini sudah lebih membuka matanya terhadap kekuatan “soft power” suatu negara.

Sejak dulu saya ingin sekali menulis tentang “soft power” yang bisa dikembangkan di Indonesia. Namun ternyata baru kesampean sekarang nulisnya… Padahal idenya sudah dari bulan April-Mei lalu… *maafkeun*

Jadi apa yang dimaksud dengan “soft power” itu sendiri? Dan mengapa “soft power” bisa membangkitkan dan membuat negara menjadi lebih maju dan berkembang?! Continue reading