Tag Archive | chiba ambassador

Gake kannon (Last Chiba Ambassador Tour Part 2)

Oke… melanjutkan cerita tur terakhir Chiba Ambassador sebelumnya, dari museum Nagisa kemudian perjalanan dilanjutkan dengan capcus pergi ke 崖観音(Gake kannon). Awalnya saya tidak mengetahui sama sekali tempat seperti apa “Gake kannon” tersebut. Tetapi saat hampir tiba di lokasi tujuan, tiba-tiba kok diumumkan di dalam bis bahwa

“Kita sebentar lagi akan sampai nih di tujuan ‘Gake kannon’, kalian mungkin sudah cukup lelah dengan perjalanan kita. Jadi kalau kalian lelah dan tidak kuat naik kalian boleh beristirahat saja di bis”

DSC00808Glek… Mendengar pengumuman begitu dalam hati gue langsung ngomong. Lah gak kuat naik?! Maksudnya apaan yah?! Perasaan waktu itu udah ga enak banget rasanya. Akhirnya setelah sampai di lokasi tujuan barulah gue paham akan maksud pengumuman yang diberikan tadi.

Jeng jeng… dan ternyata “Gake kannon” itu adalah tempat berupa kuil yang ada di atas bukit. Mampuslah gue kalo begini. Amit-amit banget deh kalo lagi-lagi gue sampe harus manjat gunung di Jepang. Gue paling trauma dengan yang namanya kegiatan manjat gunung, mendaki gunung atau apalah namanya. Bukan karena gue phobia ketinggian. BUKAN. Kalo ditanya kenapa gue trauma, silahkan baca disini. Jadi kalo sampe suruh manjat gunung gak lagi-lagi deh. Udah kapok dan enough…

IMG_8364IMG_8408IMG_8371

Waktu turun dari bis ternyata ada satu orang Chiba Ambassador perempuan dari China yang tidak ikut serta naik ke atas bukit. Ok then, dalam pikiran gue saat itu gue udah berpikir sejak awal untuk gak ikutan naik. Berhubung ada temennya, semakin mantaplah hati ini untuk merealisasikan niat tersebut. Sempet gue ngomong ke sesama Chiba Ambassador dari Filipin namanya Mario bahwa kalo sampe manjat gunung gue istirahat di bis aja deh. Tetapi dia pun menyemangati gue untuk naik sampai ke puncak, apalagi karena gue cowok.

Meski disemangati pake cheer leader gak akan ngaruh juga deh. Menanggung malu pun bodo amat deh, secara udah kapok banget naik gunung. Ini pikiran udah kacau dan was-was. Akhirnya Continue reading

Dibalik Kota Kururi dan Indahnya Tokyo German Village (Chiba Ambassador Tour Part II)

Melanjutkan cerita perjalanan tur ketiga Chiba Ambassador sebelumnya, kali ini saya akan bercerita sedikit mengenai Kota Kururi(久留里の町). Bisa dibilang Kota Kururi(久留里の町) ini merupakan kota yang cukup tua dan terletak cukup jauh dari pusat kota. Jalanan yang ada di sekitarnya hanya merupakanan jalanan kecil dan sempit yang mungkin hanya bisa dilalui oleh sebuah mobil. Sebenernya cukup sih dilalui 2 mobil, namun akan mengganggu dan memakan tempat untuk para pejalan kaki.

Kururi Station

Kururi Station

久留里

Kururi Board

久留里の町Kururi Gate

Kota Kururi(久留里の町) ini terkenal dengan sumber mata air nya yang bersih dan jernih. Oleh karena itu jika berjalan mengelilingi Kota Kururi(久留里の町) hampir di setiap tempat terdapat keran air yang airnya bisa dinikmati dan diminum. Namun meski ada banyak air yang bisa diminum, seperti yang saya ungkapkan di posting sebelumnya bahwa di Kota Kururi(久留里の町) menurut guidenya hanya ada 4 mata air utama yang dipercaya sebagai mata air kehidupan

Kururi No Machi MapsKururi Maps

Air Mata kehidupan kururiMata Air Kehidupan Yang Pertama

Mengapa dikatakan mata air kehidupan?

Konon katanya menurut cerita bahwa mata air ini merupakan mata air dari sumur artesis yang memiliki kedalaman sampai 750 meter. Yang uniknya lagi bahwa meski berada dalam satu kota kecil, rasa air dari ke-4 mata air ini memiliki rasa yang berbeda-beda. Jika di logika suatu sumber mata air di suatu tempat seharusnya memiliki rasa air yang sama dan tidak jauh berbeda. Okelah mungkin saja berbeda jika jarak sumber mata air yang satu dengan yang lain berjauhan. Namun 4 mata air yang saya maksudkan tersebut jika saya prediksi masing-masing jaraknya tidak berjauhan satu sama lain. Mungkin hanya berjarak 1 km – 2 km saja satu sama lain. So?? Unik bukan sumber mata air di Kota Kururi(久留里の町) ini?!

Air kehidupan Kururi 2

Mata Air Kehidupan Yang Kedua

Batu mata air

Mata Air Kehidupan Ketiga

Selain itu dari keempat mata air kehidupan di Kota Kururi(久留里の町) ada satu mata air kehidupan yang memiliki rasa air yang paling enak dan segar dibandingkan yang lain. Saking segar dan enaknya sumber mata air yang satu ini, sampai ada dua ekor ikan mas yang hidup dan tinggal di dalamnya. Kalo para pembaca pernah nonton film kartun ‘Avatar legend of Aang’ mungkin ikan mas ini semacam penggambaran Yin dan Yang yang saling melengkapi seperti di film kartun Avatar. Tidak percaya? Silahkan dilihat difoto berikut penampakan dari sang ikan…  Continue reading

Autumn Leaves At Kameyamako (Chiba Ambassador Tour Part 1)

Kalau ada yang ingat dengan live tweet saya tanggal 9 Desember 2012 lalu pasti sudah familiar dengan apa yang akan saya tulis kali ini.  Ya.. live tweet #ChibaAmbassador yang melakukan tur yang ke-3. Menurut daftar yang tercantum, tur Chiba Ambassador kali ini diikuti oleh 16 dari 20 Chiba Ambassador yang terpilih dari berbagai negara.

Pagi-pagi benar saya sudah meninggalkan rumah untuk pergi ke Chiba Prefectural Goverment Office karena pukul 08:20 kami semua sudah harus tiba disana. Suhu yang dingin saat itu sebenarnya sungguh membuat saya malas untuk pergi kemana-mana. Tapi semangat untuk mengikuti tur nampaknya mampu mengalahkan hawa dingin saat itu. (^.^)

Tur Chiba Ambassador kali ini mengunjungi 4 tempat yang mana masing-masing merupakan tempat yang memiliki keunikan tersendiri yang menjadi favorit di Prefecture Chiba. Tempat-tempat tersebut yaitu Kameyamako (亀山湖), Kosuitei Sagawa (湖水亭嵯峨和),  Kota Kururi(久留里の町) dan terakhir adalah Tokyo German Village (東京ドイツ村) . Dan saya akan membahas seluruh perjalanan dari awal hingga akhir termasuk membahas 4 tempat yang layak dikunjungi tersebut jika berkunjung ke Prefecture Chiba.

Keberangkatan kami saat itu agak sedikit terlambat karena ada salah seorang Chiba Ambassador dari China yang terlambat. Jangan main-main dengan waktu sama orang Jepang, mereka tidak akan memberi toleransi waktu banyak jika terlambat. Alhasil pada saat itu ada seorang Chiba Ambassador yang ditinggal.

Perjalanan memakan waktu yang cukup lama sekitar hampir 2 jam dengan menggunakan bis. Pemandangan sawah yang nampak asri dan damai yang menjadi ciri khas Prefecture Chiba senantiasa mengiringi perjalanan kami. Sebelum tiba di Kameyamako, kami mampir sebentar ke Tamaran-Kimitsu untuk membeli ‘TKG’ alias “Tamago Kake Gohan”. Tanpa perlu merogoh kocek, kami bisa menikmati TKG gratis karena masing-masing Chiba Ambassador memperoleh satu buah.

たまらんきみつ

Mungkin pembaca penasaran apa sih TKG itu? Bagaimana penampakannya? TKG itu benda atau makanan atau apa?

Nah untuk yang penasaran bisa dilihat penampakan dari TKG tersebut Continue reading