Tag Archive | jepang

Tidur Saat Nonton Konser

Hai hai…

Udah hampir 2 minggu nih gak update.. Banyak banget kegiatan jadinya belom sempet nulis ataupun bales-balesin komen dan pertanyaan yang masuk… Mohon sabar ya buat yang belum dibalesin komen dan pertanyaannya… (^.^;)?

Anyway kalau belakangan ini saya banyak bicara tentang pengolahan sampah di Jepang, kali ini bakal cerita tentang nonton konser (lagi) di Jepang. Saya bukanlah tipikal orang yang bakal ngeluarin duit mahal hanya untuk nonton konser seorang idola. Yah kalaupun sampe ngelakuin pasti akan mikir seribu kali dan pasti gak akan beli tiket yang VIP, palingan beli yang paling murah. Hahaha…πŸ˜› Maka dari itu cerita nonton konser kali ini tentu saja tiketnya gratisan dong ya… Hihihi…πŸ˜›

20140324-021533.jpgUndangan dan Tiket Konser

Seperti yang sudah saya pernah ceritakan sebelumnya tentang konser di Jepang, konser kali ini pun temanya sama, yaitu nonton konser dosen sendiri. Ya, dosen pembimbing saya ini memang hobi banget nyanyi. Jadi sebagai mahasiswa yang baik wajib dong ya nonton konser dosen sendiri… Bahkan sama dosen diwanti-wanti bahwa nonton konser ini adalah jadwal seminar mingguan untuk mahasiswa bimbingannya. Huahaha… bisa aja deh dosenku ini…πŸ˜›

Kali ini perjalanan menuju lokasi konser yang berlokasi dekat dengan Musashi Koganei Station saya lakukan sendirian. Secara udah 2 tahun lebih di Jepang, jadinya udah bisa ngerti dong ya kalau jalan kemana-mana sendirian. Gak perlu janjian lagi sama temen yang lain seperti duluπŸ˜›

20140324-021326.jpgMusashi Koganei Station

Sesampainya di lokasi, saya pun bertemu dengan teman satu lab dan international student lainnya. Lokasi konser kali ini kalau dibandingkan dengan tempat konser sebelumnya lebih besar dan nampak lebih wah. Saya sih berharap bisa menikmati konser dengan nyaman seperti waktu itu. Apalagi sekarang kan sudah lebih paham bahasa Jepang, jadinya berharap bisa lebih mengilhami lagunya.

20140324-021515.jpg20140324-021305.jpgRuangan konser dan script lagu

Namun apa yang terjadi…?!

Selama 2 jam konser berlangsung, saya tidak menemukan satupun lagu yang saya suka. Jadilah konser saat itu rasanya cukup boring, bahkan saya sempat tertidur beberapa menit ketika konser berlangsung. Huehehe…πŸ˜›

Entah karena kecapekan juga karena abis selesai jalan-jalan, entah memang lagunya kurang oke saya kurang tau juga. Yang jelas kurang bisa menikmati konser kali ini. Yah walaupun begitu yang penting sudah ikutan dateng dan memeriahkan konser dosen sendiri lah ya… Hihihi…

Last but not least kita semua berfoto bersama-sama dong ya…

20140324-021350.jpgFoto bersama

Oiya omong-omong soal jalan-jalan, penasaran saya jalan-jalan kemana? Simak ceritanya minggu depan ya… Yang pasti seru banget jalan-jalannya… See you next week…πŸ˜€

Rasa Daging Kuda Mentah…?! Yuk Cobain…

Sudah 2 bulan ini banyak sekali teman-teman di Indonesia yang datang dan berlibur ke Jepang. Yah… setelah disimpulkan temen-temen ke Jepang itu saat Air Asia ngasih diskon untuk penerbangan Jakarta – Jepang. Jadi pada hari yang sama setelah saya ditodong polisi Jepang yang membuat mood saya sempat hilang seharian, saya meet up dengan beberapa teman di tempat yang berbeda-beda.
Pertama-tama bertemu dengan Mbak Dian yang ngajak ketemunya mendadak to the max. Tadinya mau digabung ama meet up temen lain sih… tapi nampaknya ga memungkinkan… Huehehe…πŸ˜›

Jadi akhirnya saya dan mbak Dian janjian bertemu di Asakusa sekitar jam 11. Awalnya saya pikir mbak Dian ini cuma sendiri, tapi ternyata mbak Dian bersama rombongan dan teman-nya. Saya senang bisa bertemu dengan mbak Dian yang salah satu senior alias anggota lama dari Kojak (Kopdar Jakarta). Kami mengobrol banyak ini itu di sepanjang market street yang ada di Asakusa. Tak terasa waktu berlalu dan perjumpaan kami diakhiri dengan makan gulali bersama dan tentunya foto bersama. Sebenernya pengin menemani lebih lama, tapi apa boleh buat ada janji dengan teman lain. Tapi gak masalah sih meninggalkan mbak Dian juga, karena Continue reading

Ditodong Polisi Jepang

Semasa kecil saya pernah tersesat di gunung dan hampir menjadi orang hilang, alhasil sampai sekarang saya sangat benci dan ga suka dengan kegiatan naik gunung apapun itu. Jadi seperti yang saya tulis waktu itu adalah bahwa pengalaman terburuk selama berada di Jepang adalah pengalaman mendaki gunung. Kali ini saya mengalami hal yang lebih membuat saya shock dan hampir membuat jantung saya berhenti berdetak. Dan mungkin… saya akan memberi label pengalaman ini sebagai pengalaman yang paling buruk untuk saya selama di Jepang sampai saat ini. Mungkin kemarin saya pernah berteriak dan menulis status di twitter begitu mengalami kejadian ini. Kalau ada pembaca yang follow twitter saya mungkin sempat membacanya. Mengenai apa? Yak… benar… Berurusan dengan polisi. >.<

Jadi ceritanya begini…

Tanggal 20 Oktober 2012 waktu itu saya berencana pergi ke Tokyo untuk bertemu dengan beberapa teman yang datang jauh-jauh dari Indonesia ke Jepang. Pagi hari dengan semangat 45 saya berangkat dari rumah sekitar pukul 9. Kebetulan cuaca saat itu sangat cerah. Udara pun sangat sejuk dan segar di pagi hari jadi saya berangkat naik sepeda ke stasiun. (Sebenernya lagi ngirit ongkos sih bukan karena faktor cuaca, hahaha…πŸ˜› )

Sekitar pukul 10 saya tiba di Ueno. Lokasi meet up dengan teman saat itu pukul 11 dan bertempat di Asakusa. Menurut saya jarak Asakusa dan Ueno sih tidak terlalu jauh ya, sehingga saya berencana untuk jalan kaki menuju Asakusa. (lagi-lagi dengan tujuan ngirit ongkosπŸ˜› )

Sebelum menuju Asakusa saya hendak mampir dulu di tempat penjualan oleh-oleh untuk membeli oleh-oleh ala kadarnya. Maklum saat itu dirumah lagi ga ada stok apa-apa untuk bisa dijadikan oleh-oleh. Alhasil untuk mempersingkat waktu saya mempercepat langkah saya dan bergegas keluar dari stasiun.

Sebelum keluar stasiun saya harus membayar sisa kekurangan biaya di mesin charge balance yang selalu ada di stasiun. Dengan buru-buru, mengingat waktunya semakin mepet saya kemudian bisa memperoleh tiket yang baru untuk bisa keluar dari stasiun.

Setelah keluar, saya pun hendak menuju counter penjualan tiket untuk mengisi ulang kartu IC otomatis atau di Jepang biasa disebut Pasmo atau Suica. Nah disaat inilah kejadian yang membuat jantung saya hampir berhenti berdetak terjadi. Sebelum mencapai mesin counter isi ulang kartu IC, tiba-tiba ada seseorang yang mendekati saya.

Dari perawakannya beliau ini seperti orang biasa dan sama sekali tidak terbersit di pikiran saya bahwa beliau ini seorang polisi, secara beliau juga tidak mengenakan seragam kepolisian. Saya berpikir bahwa beliau ini seorang foreigner atau sales atau apalah yang sedang menawarkan barang. Sampai kemudian dia menunjukkan Continue reading