Sifat Orang Jepang (Menurut Saya)

Genap 2 tahun sudah saya tinggal di Jepang. Tentunya banyak cerita selama 2 tahun lebih berjalan hidup di Jepang ini. Sebagian sudah saya tuliskan di blog, sebagian mungkin biar hanya tersimpan untuk saya pribadi saja. Selama 2 tahun itu pula banyak kenalan dan teman-teman baru yang saya peroleh. Baik itu sesama warga Indonesia yang tinggal di Jepang, ataupun kenalan-kenalan baru dari twitter dan social media lainnya yang datang dan berlibur di Jepang untuk waktu tertentu. Setiap kali berjumpa dengan masing-masing dari mereka, ada suatu pembahasan menarik yang biasanya tak pernah lepas dan jadi bahan pembicaraan ketika kami saling berjumpa. Tak lain dan tak bukan sesuai dengan judul diatas yaitu mengenai “Sifat Orang Jepang”

Buat mereka yang datang ke Jepang dengan tujuan menjadi turis atau wisatawan kebanyakan dari mereka mengalami kebaikan dan impresi yang positif terkait dengan sifat orang Jepang yang suka membantu, terutama terkait perihal nyasar dan tak tau arah tujuan karena di Jepang tulisannya serba kanji ataupun katakana/hiragana. Berikut beberapa kutipan cerita dari rekan-rekan yang datang liburan atau backpacker-an di Jepang.

“Orang Jepang tuh baik-baik yah… Aku nanya jalan ditunjukkin dan dianterin langsung loh sampe tempatnya…”

“Gilak ya… Orang Jepang baik banget… Tadi naik bis salah tujuan… Eh terus disuruh supirnya naik bis lain yang lokasinya tuh lumayan jauh dan kita ga tau… Karena bingung dan gak tau mereka ngomong apa akhirnya kita sampe dianterin loh naik bis yang benar sama sopir bisnya”

“Kemaren kita malem-malem nyasar pas nyari hotel, orang Jepang yang ditanyain juga ga tau lokasi hotelnya dimana. Terus dia sampe bela-belain buka GPS dan nyariin lokasinya buat kita. Bahkan kita dianterin juga sampe ke hotel. Baik banget yah orang Jepang itu…”

Well… Sekilas kita yang mendengar hal tersebut tentunya kita akan berpikiran positif dong ya kalau sifat orang Jepang itu baik. Untuk yang datang ke Jepang sebagai turis mungkin boleh bersenang hati dengan sifat orang Jepang yang demikian, tapi untuk yang ingin long stay di Jepang…?! Eits… Tunggu dulu… Kenyataan tak seindah apa yang dirasakan oleh para wisatawan asing.

Untuk kasus wisatawan asing yang menanyakan jalan atau menanyakan suatu hal kepada orang Jepang, sifat orang Jepang memang akan membantu sampai tuntas. Pasalnya orang Jepang meyakini bahwa ketika mereka ditanya oleh orang asing, itu artinya sebuah willingness untuk mereka. Ibarat kata bahwa mereka sudah dipercaya, maka dari itu mereka wajib menyelesaikan tugas itu sampai tuntas. Jangan sampe enggak. Ini semacam pembuktian akan kredibilitas mereka meskipun terhadap orang yang tidak mereka kenal. Namun… Perlu dicatat ya… Bahwa dalam kehidupan sehari-hari, hal ini justru menjadi suatu hal yang membuat orang Jepang bersaing untuk jadi yang terbaik dan bersifat individualistik.

Sifat individualistik orang Jepang membuat kita sulit untuk berteman dengan mereka. Mengingat bahwa tak banyak orang Jepang yang cakap berkomunikasi dengan bahasa Inggris, awalnya saya berpikir bahwa “ah mungkin karena saya belum bisa berbahasa Jepang jadinya belum bisa punya teman banyak orang Jepang”. Namun ketika saya rasa bahwa saya cukup mampu berkomunikasi dengan bahasa Jepang, kenyataan tetap saja sama. Bahkan dengan teman 1 lab sekalipun yang duduknya berdampingan, saya pun tak bisa akrab dengan mereka. Jarang bahkan hampir tidak pernah saya mengobrol atau bercakap-cakap seru dengan mereka. Hubungan kami mungkin sebatas teman biasa yang ketika bertemu satu sama lain mengucapkan “hai” atau “halo”, bahkan tak jarang sebagian dari mereka justru berusaha untuk menghindari berpapasan dengan kita.

Saya pernah mendengar dari seorang sahabat saya yang mempelajari budaya Jepang dengan cukup mendalam. Sifat individualis orang Jepang membuat semasa hidup mereka hanya memiliki 3 sampai 5 orang teman baik saja di dalam circle mereka. Kalau boleh diandaikan mungkin sampai hari tua sahabat baik mereka ya hanya itu-itu saja, tidak lebih dan tidak kurang. Terlepas dari hal ini merupakan fakta atau bukan tapi setelah apa yang saya alami selama ini, saya pikir rasanya hal tersebut ada benarnya juga.

Di Jepang sendiri jika saya mencoba melihat secara keseluruhan, ada terdapat gap yang sangat besar terkait interaksi antar warganya. Kehidupan di Jepang seolah-olah terkotak-kotakkan antara sesama orang asing berteman baik dengan sesama orang asing dan orang Jepang dengan sesama orang Jepang.

Lalu apakah mustahil kita untuk bisa berteman baik dengan orang Jepang?!

Jawabannya tentu saja tidak. Ibarat kata sejahat-jahatnya seorang penjahat pasti dia masih punya sisi baik. Begitupun orang Jepang, seberapapun individualisnya orang Jepang, kita masih memiliki celah untuk bisa menjadi teman akrab dan sahabat mereka.

berteman dengan orang jepang

Ketika kita berhasil menjadi sahabat baik mereka, hal ini kemudian menjadi sisi positif dari sifat orang Jepang. Pasalnya ketika kita bisa berteman baik dengan mereka, mereka akan rela melakukan apa saja untuk kita. Mereka akan rela melakukan apa saja yang terbaik untuk kita dan rasa sayang mereka kepada sahabat akan tanpa pamrih. Jika dia adalah dosen kita misalnya, maka dosen itu tak akan segan-segan memberikan apapun yang terbaik untuk kita. Bila kita sampai kekurangan uang pun untuk membeli tiket pesawat pulang pergi ke Indonesia misalnya, dosen kita tidak akan sungkan-sungkan untuk menawarkan dan membiayainya.

Ada satu cerita yang saya alami sendiri memiliki seorang sahabat baik orang Jepang. Ketika kami mengambil mata kuliah yang sama dan yang mana dimata kuliah tersebut ada kerja kelompok, dia meminta saya untuk satu kelompok dengannya. Sebagai seorang teman mungkin hal ini wajar ya… Tapi kemudian yang menjadi tidak wajar adalah ketika kerja kelompok dilakukan. Ketika itu kami diberi tugas untuk membaca buku dan mempresentasikannya. Kalau di Indonesia mungkin sistem kerja kelompoknya cukup dengan hanya membuat 1 file power point saja dan kemudian presentasi dilakukan bergantian. Di Jepang cara kerjanya tidak demikian. Meski 1 kelompok, presentasi dibuat sendiri-sendiri dan dilakukan perorangan. Bahkan ketika ada tanya jawabpun mereka tidak bisa membantu menjawab, malah justru bisa saja mereka mengajukan pertanyaan ke kelompoknya sendiri. Tujuan pengelompokan hanyalah menyamakan judul buku saja dan masing-masing bertugas mempresentasikan bab yang berbeda-beda.

Kalau dilogika kerja demikian tentunya bisa dilakukan sendiri-sendiri ya… Namun apa yang dilakukan oleh sahabat saya yang orang Jepang tersebut?! Mulai dari pemahaman isi buku, pengecekan grammar dan tata bahasa, bahkan sampai cara presentasi yang baik dan benar semuanya diajarkan. Apa yang harus saya ucapkan ketika slide pertama sampai terakhir dengan detail diajarkan. Bahkan beberapa hari sebelum hari H, dia sampai menyiapkan proyektor, memanggil teman-temannya yang lain dan membuat simulasi presentasi yang sesungguhnya dalam skala kecil.

Wow… jujur ini amaze banget buat saya. Bahkan saya sampai memperoleh pujian dari dosen mata kuliah bahwa presentasi saya sangat baik. Kalau bukan karena sahabat orang Jepang tersebut, saya mungkin tidak akan bisa seperti itu. Boro-boro latihan, mungkin menyiapkan presentasi baru semalam sebelumnya tuh. Hehehe…

Itulah sedikit sharing sisi positif apa yang kita peroleh dari bersahabat baik dengan orang Jepang. Sifat individualis orang Jepang memang kental dan susah untuk dicairkan. Tidak mudah untuk menjadi sahabat orang Jepang. Sampai detik ini pun sahabat baik orang Jepang yang saya miliki mungkin bisa dihitung dengan 5 atau 10 jari. Namun ketika kita sudah menjadi bagian dari mereka, mereka tidak akan segan-segan untuk melakukan apapun untuk kebaikan kita.

Itulah sifat orang Jepang dari apa yang saya alami selama hidup di Jepang. Kalau ternyata ada para pembaca yang mengalami kejadian berbeda atau mungkin punya kesimpulan lain tentang sifat orang Jepang, itu sah-sah saja dan silahkan berkomentar dan mari saling bertukar pendapat. Toh sifat manusia berbeda-beda dan tentunya pengalaman yang dialami juga berbeda.

So… Kalau kamu?! Berniat untuk mencari sahabat baik orang Jepang? Atau mungkin malah berminat untuk mencari pasangan suami/istri orang Jepang?! #eh hehehe… 😛

Advertisements

135 thoughts on “Sifat Orang Jepang (Menurut Saya)

  1. seru juga sifat mereka ya kak..
    aku pernah punya pengalaman sama temen orang jepang..
    mereka kalau diajak ngomong b,inggris nggak mau berkomunikasi,..
    tapi coba kita pakai bhasa jepang walau translate di google stranslate yg nggak beraturan itu.. eheh.. mreka bakaln ngebales dengan gaya bahasa yang ramah bnget..

    • huahaha… bagaimana ya… susah-susah gampang sih…
      intinya yg penting fasih bahasa Jepang dan kita harus kaya pengetahuan sehingga nyambung klo orang Jepang bicara. krn klo bicara orang Jepang dari A bisa tau2 Z hahaha 😛

  2. Pingback: Dilematik Hidup Di Jepang | ivanprakasa.com

  3. memang sih, sekilas sifat individualnya kental banget kerasa, kelihatan sedikit waktu kesana kemaren 😀 tapi memang kalau dimintai tolong orang asing rata – rata mereka totalitas, mungkin juga benar karena merasa sudah dipercaya begitu ya 😀

    • wah hebat… sebentar kesini bs ngerasain hal itu. biasanya traveler yg kemari pada cuek loh….
      yup bener… totalitas mereka dlm ngerjain berbagai hal… termasuk dimintai tolong… 😀

  4. Selamat siang, saya sedang mencari2 tentang kehidupan di Jepang dan bertemu dengan blog ini. Saya akan mengambil Monbukagakusho selama 18 months di Jepang, tetapi ada beberapa ketakutan untuk tinggal lama di Jepang. Karena ini bukan untuk pergi berpelesir ke negara Jepang, mungkin anda bisa memberitahukan step step atau barang apa saja yang perlu dibawa ke Jepang? Perlukah menukar uang Rp ke ¥ ? Perlukah membawa mini microwave (atau beli disana sana?), perlukah membeli baju baju hangat dan sebagainya. Mengingat saya akan tinggal di asrama, saya tidak tahu apa itu asrama dan apa isi asrama. Dan lain lain nya. Mohon sekiranya ada pencerahan sepengetahuan mas Ivan.

    Apakah mas Ivan masih berada di Jepang? Apartemen anda lumayan bagus dibanding kos kos an di Jakarta. Apakah anda membeli sebuah sepeda untuk transportasi pribadi di Jepang.

    Mohon bantuannya,
    Terima kasih.

    Joy

    • Hi Joy…

      Salam kenal ya… Selamat karna sudah bisa dapat beasiswa Monbukagakusho ya… semoga 18 bulan nanti bs menyelesaikan studi dgn baik. Saat ini saya masih di Jepang… 😀

      yang dibawa ke Jepang tentunya uang yang cukup banyak. karena pertama kali di Jepang uang apartemen itu mahal banget (uang kunci, uang sewa dsbnya) itu bs sampai 10 juta rupiah lebih. Tapi kalau Joy di asrama saya rasa gak ada uang muka seperti itu. Tapi untuk jaga-jaga harap dipersiapkan ya…

      Untuk elektronik semuanya sebaiknya beli di Jepang saja. Tidak perlu bawa dari Indonesia karena colokan listrik di Jepang berbeda dengan di Indonesia. Jadi akan ribet untuk bawa microwave dsbnya dari Indo karena selain butuh converter listrik juga nanti barang tersebut bisa saja rusak akibat perbedaan tegangan listrik.
      Paling bawa komputer atau HP saja. Tapi HP pun disarankan beli disini krn HP Indo biasanya tidak bisa dipake dan tentunya roaming juga mahal.
      Jadi bawa converter listrik ya dari Indonesia, atau beli di Jepang juga bisa sih sebenarnya…
      Oiya coba kontak senior ditempat kuliah, kalo ada senpai orang Indonesia di kampusmu coba tanya apakah ada hibah barang elektronik. biasanya barang2 elektronik bisa didapat gratis dari kakak kelas yg mau pulang ke Indonesia.
      Atau yg murah beli alat elektronik di second hand shop nanti ya… walau barang second tapi kuaitas masih sangat baik.

      Untuk baju baiknya bawa sebagian dari Indonesia. bila dirasa kurang atau butuh baju baru bisa beli di Jepang. Tapi setidaknya butuh baju hangat itu harap dipersiapkan ya…

      Untuk sepeda saya dapat pinjaman sepeda dari kampus. jadi tidak beli sendiri…

      Demikian infonya
      smoga membantu…

      Salam

      Ivan Prakasa

      • Van
        Rp / Yen yang diperlukan ke jepang Minimum Berapa ??? (Apartemen,Makan 3x/day,)
        katanya dari PT.Pandan College kalo lulus SMP Indo bisa Masuk SMA Jepang ya???
        om ivan sendiri belajar bahasa jepang dimana ??? kursus ???
        banyak yang saya ingin tahu di jepang , kalo ada FB add saya …. 🙂

        • Itu untuk berapa lama ya Safwan maunya?
          HAH? Yakin bisa masuk SMA Jepang? Setau saya gak bisa kalo ga punya basic bahasa Jepang yang cukup…

          Saya belajar bahasa Jepangnya langsung di Jepang. kursus disini…

          Silahkan kunjungi fan page FB saya ya di samping kanan blog ini…

          • basic conversation tentunya… anak SMA kalo ga salah minimal itu udah bisa 750 atau 1000 kanji…
            gak usah jauh2 sih… minimal lulus tes JLPT bahasa Jepang level N2 lah… (semacam tes TOEFL tapi khusus bahasa Jepang)

  5. Salam kenal mas Ivan,,
    tulisan mas Ivan menarik untuk di baca dan memberikan banyak informasi yg tdk saya tau,..
    Kebetulan saat ini saya sdng di japan dan benar kata mas Ivan saya terkendala mslh makanan, satu yg Mau saya Tanya tempat oleh” yg murah dmna ya?? Hehehee

  6. aku suka dgn sikap para org jepang klw bicaranya itu sopan bgt, disiplinnya memang nice, memang seru kenyataannya hidup dinegara maju.

  7. Salam kenal mas.. 🙂

    Envy banget…
    Lihat mas bisa tinggal dan sekolah di jepang… 😀
    BTW, gimana caranya bisa dapet temen orang jepang di situs jejaring sosial ?
    Yg saya tau, ameblo.jp dan mixi.jp tapi gag ngerti tulisannya mas.. 😀
    ada ga situs jejaring social jepang yang tulisannya pake english ?

    • salam kenal…
      utk dpt temen orang jepang di socmed agak susah…
      mayoritas biasanya mereka ga bakal apruv temen yg mereka ga kenal…
      iya yg terkenal emang 2 itu.
      paling pake twitter…

  8. saya dulu waktu sd pernah punya temen orang jepang, orangnya baik sering ngajak jalan”, tapi saya juga sering nolak. saya jadi ngerasa individualis hahaha

  9. Eh kak saya penasaran waktu pertama kali kk pergi ke jepang tuh Ʊϑaђ bisa pakai bahasa jepang ‎​Ўªãª??
    Saya juga ingin ke jepang tp masalah nya saya blm bisa bahasa jepang (T_T)

  10. permisi, boleh numpang tanya,eh minta pendapat maksudnya,hehe dri saudara2 sekalian
    .2 bulan paling lambat 3 bulan saya brangkat kerja ke jepang,nah yang jadi pertanyaan nya, cara berkomunikasi dengan mereka gimana sedangkan saya belum bisa bhasa jepang, apakah mereka ngeladenin pembicaraan saya kalau misalkan saya bicara pake bhs inggris,tapi ini juga lagi belajar bahasa jepang dikit2 dirumah ..mohon pendapatnya,terimakasih

    • HI Rizky,

      Paling mentok kalo ga bs ngomong pake bahasa isyarat. Hehehe…
      Tergantung orang Jepang juga kadang. Kalo mereka welcome mereka walau ga bisa Inggris tetap akan berusaha ngobrol ama kita. Kalau mereka ga welcome biasanya cuek aja. Perkenalan langsung kemudian udah…

  11. kenalkan, nama saya widodo d.s. usia 75 tahun, mantan wartawan berita yudha dan berita buana jakarta, periode 1965 – 1998. kini tinggal di karanganyar, timur kota solo. saya punya naskah fabel (dongeng anak-anak) khas indonesia, dengan tokoh utamanya kancil. binarang seperti kambing tapi lebih kecil. apakah anda atau teman anda tertarik menterjemahkan dongeng saya ini ke dalam bahasa jepang? jika ada yang mau, maka naskah tsb kemudian bisa ditawarkan ke produser film animasi (tentang binatang) di jepang. naskah juga saya sertakan gambar kancil dan beberapa gambar binatang yang berkaitan dengan dongeng tsb.
    e-mail: wdarmosuwarto@yahoo.com – — kompasiana/com/eyangwid
    phone: 0271 649 8060 — hand phone: 081 393 6266 98

    • Selamat siang pak Widodo.
      Wah sepertinya menarik. Saya mungkin bisa menterjemahkan, tapi saya kurang mengerti proses penawaran naskah ke produser seperti itu.
      Mungkin bisa dikirim dulu pak nanti saya coba diskusi dengan para senior yang sudah lama tinggal di Jepang.

  12. Setuju bgt kak! aku punya temen, nihonjin. Kami kenalan di omegle, lol. Tapi dia baik, dan kadang kalau ditanyain pr nihongo, selalu jawab dan ngajarin. Kami udah kenal dari awal november 2014, dan sampai hari inipun masih temenan, walaupun chatnya jarang. Terakhir aku minta dia ngirimin foto bunga sakura, dia bilang april nanti baru mekar. Udah april, aku pikir dia lupa, atau cuma omdo, eh nggataunya dikirimin beneran, haha.

    • Salam kenal.
      Saya juga punya teman orang jepang , saya kenal dari salah satu situs.
      Sudah nulis panjang bahasa jepang taunya bisa bahasa indonesia hahaha
      Memang asik berteman dengan orang jepang, mereka mau membantu terutama Membantu tugas kuliah saya haha
      どうぞよろしくおねがいします。

        • Mas ivan saya mau nanya nih kira kira biaya ke jepang untuk 1-2 minggu bawa berapa ya juta.
          Mau berlibur ke sana.
          Lalu lebih baik di hotel atau hostel,ingin ke osaka.
          Minta recomended tempat penginapan nya boleh hahaha.
          Mungkin senpai ivan bisa ngasih tips nya untuk berlibur ke jepang 1-2 minggu di sana. Arigatou

  13. salam kenal mz ivan setelah saya baca postingny tdi saya jdi ikut terharu baik2 banget orang jepang. tpi lantas dibenak saya muncul pertanyaan kalau orang jepang individualy tinggi jarang ngobrol seru seperti yg aku baca tdi brarti apa yg ditayangin di film” jepang yg tingkahnya kocak, lucu” itu hanya kebohongan semata. kan biasanya film di ambil dri realita kehidupan.

  14. Sebenernya udah baca postingan ini berkali-kali tapi ga sempet komen hahaha karena pake hape
    Bener juga sih, hidup disana gimana kak? seneng? aku juga pengen kesana, lagi nyari beasiswa tapi susahnya minta ampun
    Orang sana kalo mau ngebantuin emang niat pake banget, Aku kenalan sama nihonjin dari Yokohama lewat Interpals, padahal dichatting kita cuma say hi aja dan ga penting banget hahaha tapi setelah itu orang baca bio-ku di profile dia langsung minta video call katanya mau ngebantuin aku belajar bhs. jepang, pertama aku kira becanda pas udah dapet ID Line-nya ternyata serius, aku sempet bilang kalo aku belum bisa apa-apa pake bhs. jepang (nolak halus soalnya aku agak malu) tapi dia nyemangatin terus gitu, ya udah ga enak dong dianya udah semangat sama seneng banget mau ngebantuin masa ditolak, walau belum kesampean mau video call sampe sekarang karena gap time yang sampe 5 jam, jadi kalo aku ada waktu luang dia udah bobok ganteng :3 kalo dia ada waktu luang akunya yang sibuk tapi dia janji bakal cari waktu yang pas. Padahal kita kenal belum lama dan belum tau masing-masing tu kaya apa, kalo diliat dari fotonya ganteng sih #plakk malah curhat :3
    Ngedeketin orang jepang itu gampang-gampang susah, ngobrolnya gampang tapi mempertahankan dan mupuknya itu yang susah jadi kadang pada lost connection, udah berapa kali aku kenalan sama nihonjin, kebanyakan pada ngilang yang tersisa cuma kenalan ooji-san wkwk itu juga jarang chatting

    • just info beda waktu jepang dan Indonesia cuma 2 jam loh…

      Hmmm hidup disini ya begitulah. dibilang seneng ya ga seneng2 amat… dibilang ga seneng juga biasa aja.
      orang jepang sekalinya udah baik bakal baik banget. jadi keep their trust ya jangan disia2kan

  15. Ak punya temen olang jepang, awalnya gt welcome tp makin kesini makin susah ngerti sikapnya ternyata gt ya, makasih infonya bermanfaat 😀
    Terus cara nyairin individualitasnya gmna ?

  16. Hai kak ivan. :). Senang bisa ktemu blog ini kak, mkasih byk sudah berbagi. aku akhir2 ini lg terobsesi bnget bca2 blog ttg Kuliah di Jepang. Mmbca blog ini aku jd tau gmna sifat2 org jepang. o ya kak Hajimimasite, aku Novia mhsiswa smstr 5 di UNPAR. Kak aku boleh mnta solusi ataupun informasi dri kakak? Aku punya tekat yg kuat buat bsa dptin beasiswa Monbukagakusho di Jepang untk melanjutkan S2 fakultas sastra di sna, Ttpi byk skli pertimbngan untk ksna, aku gak punya kenalan siapa2 d sna. tp apakah bsa mnjalin komunikasi sma kakak smntra aku mrencanakan dan menggali informasi untk bsa berkuliah d sna. semoga kk dg senang hati mmbantu ku kak brbagi informasi dri segi kehidupan d sna, mcm2 universitas di sana, jurusan2nya, dll. Aku boleh kn kak knal dg kk lbih jauh lagi, boleh tau alamat email kakak? Mungkin kita bisa komunikasi lwat email aku kak NoviaAswa@gmail.com , atau mungkin lewat twitter, fb ??. Hehe mkasih kak sblmnya ^^. Arigatou.

  17. Ahahahaha….kocak kocak…benerr banget..kenapa w ada disitus ini?krn w sdg ngalamin dan masih ngalamin.jadi lucu sendiri..kirain cuma w aja yang ngalamin hal begini..ternyata mmg ud jadi habitnya mereka ya. w kenal cewek jepang, kenal d Mesir 2th yg lalu waktu traveling. 2bulan sebelum tahun baru 2016 ini dy ngajak jalan k Vietnam..oke deh w jabanin..org dy bilangnya ” Go anywhere wiz me..” gimana w nolaknya coba…mukanya cute bgt lagi.singkat kata kita ketemu di Vietnam. yang w heran.. ud 2hari ini w jalan2 sama dy, baru beberapa kali dy memulai obrolan..kan w jadi keki..perhatian w kasih nomer satu (namanya juga w jomblo). selebihnya w selalu putar otak utk cari obrolan yg menarik..mulai dri semua ttg jepang dan bla bla bla..tp tetep aja gak bisa gitu ngambil hatinya..pokoknya ud w coba deh segala jurus..ttp aja. dan malam ini w cari di google dg keyword “cara mengambil hati orang jepang” ahahaha
    mudah2an masih diberi semangat dan kesabaran sampai 2hari kedepan..krn kita stay d Vietnam selama 4hari. oya, kita komunikasi pk bahasa Inggris. ni cewek jepang ya lumayan bisa lah bahsa inggrisnya, cuma arogannya, selfish nya..kayaknya g cocok budayanya. ahaha jadi curhat ya. sekian terima kasih.

  18. Hai kak ivan
    aku baru” ini punya kenalan orang jepang kita ketemu dibali pas dibali mereka welcome bgt diajak ngobrol jga enak mski kadang” gak nyambung.
    trs kita tukeran line, tpi saat diline mereka cuek bgt gak nice.gtu
    trs merek jga susah ngomng bhs inggris sdgkan aku gak bsa bhs jepang sma skali.
    trs gimna cara kita buat mereka nice ke kita?? aku cuman pngen punya temen baik dri negara lain

    • Hehehe susah… Orang Jepang emang gitu. Baik di awal stelahnya ga begitu. Harus mendalami kesukaan dsbnya ttg mereka. Yg paling penting ya bisa komunikasi bhs Jepang.
      Kalo ga bisa rasanya sulit. Sayapun masih sulit bs akrab sama org Jepang 😀

  19. Saya punya sahabat dan pacar orang jepang 😊 kalau sahabat jepang saya mungkin benar yang diceritakan diatas mereka rela ngelakuin apa aja buat sahabatnya . Tapi kalo pacar saya baru tau kalo buat cowok jepang itu pacar adalah nomor 2 dan yang menjadi prioritas pertamanya itu pekerjaan 😂 cukup sedih memang 😂😂

  20. Pingback: Rumahku, Surgaku – Hampir Gaul

  21. mau tanya dong gan.. dimana pertemanan biasanya ada pengkhiantan.. nah kalau misalkan sudah bersahabat lama tiba tiba ada masalah? apakah akan kembali ke sifatnya yg bersahabat?

      • Mas ivan saya punya pacar orang jepang, dia baik banget sih selama sebulan ini, orang nya juga pengertian.. Dia emang selalu bilang kalau kerja nomor satu dan saya paham kalo orang jepang emang seperti itu, dia kerja di perusahaan Toyota.. Bulan agustus rencana kami mau ketemuan, kadang di chat juga dia pernah bahas soal pernikahan.. Menurut mas cowok jepang itu serius tidak masalah pernikahan? apa bener kalo nikah sama cowok jepang kita cuma dijadikan pembantu?takutnya malah di selingkuhin apa lagi denger* pergaulan disana kan bebas cewek yang bisa diajak jalan dan senang-senang banyak.. 😢 Sejauh ini sih saya rasa dia baik banget meskipun bahasa inggrisnya kurang tapi kita bisa saling ngerti, dia bilang banyak belajar tentang Indonesia dan Islam dari teman-teman nya yang kerja dari Indonesia,dia kelihatan serius banget.. Tapi ketakutan masih menyelimuti saya, pertanyaan menghantui pikiran saya, kenapa dia cari cewek Indo? jangan-jangan mau dijadikan pembantu 😢😢

        • Hai kholida… Saya jawab setahu saya ya… Ada orang Jepang yang serius ada juga yang tidak. Namun jika mereka menjalin hubungan dengan wanita dan kemudian membicarakan pernikahan biasanya mereka serius.

          Kalau dijadikan pembantu sih saya rasa tidak, tapi karena kerja no 1 biasanya hubungan suami istri agak kurang baik. alias istri kurang dapat perhatian. Yah walaupun ga semuanya sih, ada juga orang Jepang yg mementingkan keluarga.
          Jadi tergantung kata hatimu bagaimana menilainya. Tidak semua orang Jepang buruk dalam menjalin hubungan.

          Untuk masalah selingkuh itu kembali ke hubungan kalian. Kalau masalah pergaulan bebas di Jepang memang bebas, tapi kalau hubungan kalian baik pasti suami tidak akan selingkuh hehehe 😀

  22. Hallo mbak…mau share dunk. Suaminya asli orang jepang ya. Saya punya pacar orang jepang dan rencana akan menikah tahun depan. Utk pengurusan surat mikah dsana susah kah? Apa saja syaratnya dan butuh brp lama dpt resident card?

    Terima kasih,

    Nina

  23. Hallo mas ivan,
    Salam kenal.
    Wah seru bgt nih tulisannya mas. Jujur kalo menurut saya orang jepang itu baik2 ya mas, pernah punya pengalaman waktu nyasar pas nganterin temen nyari terminal bus di shinjuku. Kebetulan waktu itu hari pertama kami nyampe jepang jadi sebelum ke terminal rencana mau beli konverter colokan jepang di shinjuku, muter2 ga nemu akhirnya kami coba nanya ke orang yg lewat, ketemu seorang mahasiswa jepang. Ternyata kami di anterin ke yodobashi, bahkan dia bela2 in ikut kami nungguin sampe kami selesai bayar di kasir.

    Nah berhubung temen saya waktu itu mau keluar kota dan bingung nyari terminal bus, alhasil kami nanya lagi ke dia dan akhirnya dia nganterin kami lagi ke terminal bis. Setelah nganterin temen, saya mau kembali ke penginapan di tokyo tapi bingung pintu entrance jalur kereta saya mana utk stasiun shinjuku, kemudian dia bantuin lagi nyari dimana entrancenya. Asli helpful bgt dia mas, Endingnya kenal2an dgn dia, cerita2 trus dia mintak akun fb kami dan berteman dgn dia di facebook, sampe kmrn msh sempet kontak2 an dgn dia mas.

    Tapi pengalaman dibantuin org jpg pas nanya2 lokasi emg oke bgt mas, walau kadang harus berbahasa tarzan2 an hahahaha.

    • Halo Kardisantos,
      Salam kenal juga..
      Wah syukurlah ya ketemu orang baik dan syukur juga sampai skrg masih kontak. Dijaga baik2 ya pertemanannya… 😀
      Ikut senang kalo ada yg merasa terbantu dgn kebaikan org jepang

  24. halo mas ivan,
    mmm, mas ivan, mau nanya, kalo kehidupan muslim disana sulit ga ya? buat sholat misal, atau makanan halal, atau yang paling penting, cewek muslimah asli jepang ada ga ya mas? *ups,.. hehehe,.. daerah mana ya mas yang mayoritas muslim, sapa tau dapet istri disana? (maaf mas, pertanyaanya ngelanjut, soalnya bagian ini yang bikin penasaran) hihihi…

  25. Kaka aku mau nanya apakah di jepang kalo pacaran gk kaya di indo nelaktir si cewe, apakah bayar masing msing kalo di jepang

  26. Aku baru menjalin hub pertemanan dgn seorang jepang. Trims artikelnya jd referensi.
    Hub kami saat ini LDR via email. Mmg jika bertemu lgsg atau by phone, terkendala bahasa
    Namun, apa hendak di kata. Si mister suka saya. Dan bulan depan ( okt “16), beliau akan ke Indonesia dan mengundang sy for lunch.

    Thanks,

    Dwi Mulyani

  27. siang mas, blh tau crita lbh lengkap ttg berteman dgn org jepang, brp lama interaksi sampai d blg tmn ??? trus pdkt pertemanannya ngapain ??? sy berminat tmnan dgn orang jpang, tapi kalo sksd takut malah ganggu privasi n mreka jadi ga suka

  28. wah nemu blog bguss
    mas numpang tnya klo org jepang sring invite kita buat lakuin kegiatan brg apa itu artinya dia pengen temenan ama kita atau cuma nunjukin sikap sopan yak ? thx

  29. Hajimemashute…Baru baca tulisanya gan… btw masih dijepang or dah kelar S2nya..?.saya punya rencana solo traveling ke jepang.. Modalnya belajar bahasa jepang otodidak 2 bulan n referensi dari online.. minta tipsnya dong gan kira2 apa lagi yang penting saya siapkan.. Makasi sebelumnya…

    • Hi Alfredo… Udah sampe Jepang atau belum nih? Iya saya masih di Jepang dan dah kelar S2nya…
      Yg perlu disiapkan adalah hati,mental serta uang agar siap dan bahagia di Jepang hahaha

  30. salam knal mas,
    sharingnya ok bgt

    sy jg punya pengalaman yg mirip ttg dibantu oleh tmn jpang
    kebetulan tmn jpang sy itu tmn seangkatam n selab, dia ngebantu sy slama kuliah master 2 thn, kami byk ngambil matkul yg sama tapi syg pengantarnya dlm bhs jpg
    karna ga terlalu ngerti nihongo, jdinya apa2 dibantu dia
    ngerasa ga enak sih ngerepotin dia trus, tpi bersyukur bgt punya guardian angel

  31. Bener, mereka susah diajak untuk berteman. Tapi kalau udah dekat dan akrab. Mereka akan menjadi baik dan selalu peduli dengan kita walaupun masalah sepele. Mereka kalau sudah dekat pun, gender dan usia tak jadi penghalang lagi untuk mereka memedulikan kawan mereka. Salut, tapi ya gitu sifat tiap orang berbeda-beda. Ada yang menerima dengan terbuka, ada yang tertutup/susah menerima. 日本人の色々な性格がいいです!ありがとう!

      • Terimakasih atas infonya mas ivan, sangat membantu.
        Tapi ada perihal yang ingin saya tanyakan. Saya sedang dekat dengan seorang wanita jepang, dia selalu ingin ngajak ketemuan.jujur saya minder mas, karna nihonjin tuh putih” dan saya sendiro hitam dan pas pasan *sdikit curhat hehe. Apakah nihonjin terutama cewenya mempernasalahkan penampilan fisik lawan jenisnya? 0
        Tolong suhu infonya hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s